Ada Apa di Monas?

 

Monas bercahaya

bagai sumbaran emas ke segala penjuru menyala

siluet wanita terduduk sepi

rambut menjurai

di balik kilatan lampu emas

memendam cinta…

 

Monas dalam ketinggian

membuat manusia gamang

menatap Ibukota dalam hamburan berisik

jauh di atas sana…

tanpa godaan

 

Monas mempunyai satu kisah

manakala seorang perempuan berbinar

tergenggam oleh tangan seorang pria

dilamar untuk menjadi istrinya…

dalam mobil mewah terpatri

janji cinta mereka mencuat seketika

Monas tersenyum dari atas

menyaksikan orang yang dimabuk cinta

tanpa perduli penghalang yang sepatutnya..

 

Kini Monas menjadi bahan berita

menunggu kesaksian lelaki yang dikenal orang kental imannya..

menantang ingin digantung di Monas dengan perkasa

bila terbukti seluruh kesalahannya…

 

Monas tak suka

untuk apa aku dipertaruhkan

untuk apa aku dijadikan tempat penyiksaan

untuk apa aku digadai tantangan menyeramkan…

aku tetap Monas

yang dulu..

yang menyimpan berbagai cerita indah

bukan kelak habisi nyawa

sehingga orang tiada minat berkunjung lagi

Monas menjadi cemar…

muncul pertanyaan orang ribuan kali

ada apa di Monas….??

Categories: Puisi | Tags: , , | 2 Comments

Ketika Ayah Tak Kembali Lagi dari Tugasnya di Awan….

 

jeritan isak tangis

menderu perih

ayah yang cakep

indah tutur katanya

sabar..

pemurah

gagah tegap..

tinggal seonggok manusia

bagai tiada arti lagi

legam

hancur berantakan

 

indahnya awan bergumpal

bagai kapas putih

itulah indahnya ayah

senyum tak pernah putus

halus pekerti..

cinta ibu setengah mati

cinta kami kedua putrinya berlangit-langit

cinta seluruh keponakannya

semua dianggap bagai saudara  kandung sendiri..

tanpa pamrih…

 

tugas ayah sungguh mulia

mengantar berbagai bangsa ke mana-mana

sayap menggelepar sungguh perkasa

dari burung besi terkendali

hasil sigap cekatan tangan ayah…

 

lalu datanglah hari perih itu

ayah mengajar calon-calon penggantinya..

entah salah siapa..

burung besi terjembab dari udara

lapangan udara Kemayoran saksinya

hilanglah sudah nyawa si cakep

penebar kasih ke mana-mana

 

ketika ayah tak kembali lagi

dari tugasnya di awan..

kami paham guratan  nasib akan berubah…

di atas pundak ibu kami bergantung

dari tapak  kaki ibu sepanjang hari

kami bergabung

menuai perjuangan hidup…

dengan semangat baru

tiada tara…

 

nasib kami terulang pada orang lain

ketika ayah mereka tak kembali lagi dari tugasnya di awan..

tangisan masa lalu terasa  bergema nestapa..

seperti yang pernah kami alami….

dengan begitu pedih sekali…..

bangkitlah kawan

tegarlah saudaraku

gantung hidup kalian

pada kekuatan doa..

selalu….

dan selalu….

 

>>>>>>>>(puisi ini didedikasikan untuk tante Neneng Kadarus, Inez dan Mamo…adik-adikku)

 

Categories: Puisi | 2 Comments

Selamat Ulang Tahun…

pagi tadi

sayap burung di jendela patah

menyengat pemandangan

perih

 

pagi tadi

layangan putus di halaman

binasa

robek seluruhnya

nestapa..

 

siang kuberanikan diri

menyembur kata selamat

untuk kamu yang jauh

dulu kukagumi

tigapuluh lima tahun silam

menembus langit

hingga lupa segala

 

selamat ulang tahun…

bisikku lirih

untuk kamu yang akhirnya tak jadi suami

karena Tuhan inginkan cerita lain

diganti dengan yang lebih indah…

kusyukuri segala skenario

yang muncul dari Sang Sutradara dahsyat

semua menjadi lebih sangat indah…

lagi-lagi  menembus langit kembali…

hingga lupa segala….

 

Categories: Puisi | Leave a comment

Obrolan Manis…

 

 

obrolan yang manis

lucu

indah

merajut kenangan

tanpa  luka

 

obrolan manis

melukis damai

di hati terdalam

segar

kocak…

 

dulu kamu bikin nasi uduk

pagi-pagi sekali

lalu kamu jualan

ke para tetangga

begitulah obrolan manis

dari seorang lelaki

yang pernah jadi suami…

 

dulu kamu dikira tukang cat

dengan oblong lusuh

mengecat  tempat tidur bayi

agar berhemat

dari uang kita yang  ngepas

begitulah obrolan manis

dari seorang perempuan

yang pernah jadi istri…

 

ada jeruk bali

di sepanjang pinggir kali

mengapa besar sekali

menyerupai bola voli

begitu obrolan manis

mantan suami

 

jeruk bali ada di halaman belakang

besarnya memang melebihi duapuluh bengkoang

angin puyuh membuat dahan semua bergoyang

jeruk bali tak jadi dibagi-bagikan orang

begitu obrolan manis

mantan istri…

 

obrolan manis beralih

kisah anak yang telah dewasa

tak lagi dikelola berdua

sejak ayah bunda berpaling muka

hilang sudah seluruh cinta..

 

kini tinggal persahabatan

damai di hati

maaf yang berulangkali

membuat ringan langkah kaki..

obrolan manis menjadi nyawa baru

bagi kesehatan bersama

dari tempat yang sudah jauh berbeda….

Categories: Puisi | 2 Comments

Sang Guru Berkata……

sang guru berkata

kejarlah berita

sampai langit menembus sorga

sampai pasir terdalam

menembus gua di tengah hutan

terang benderang sampai gulita

 

sang guru berkata

periksa seluruh kata segala manusia

manis menyebar rasa gula

belum tentu seperti itu aslinya

kasar mengiris dada

belum tentu pula seperti itu aslinya

 

sang guru berkata

lihat kiri kananmu

asah ketajaman mata telingamu

agar kamu tak berkembang menjadi orang dungu

agar tak juga mata segera berkilau

melihat bungkusan apik  yang serba semu

 

sang guru berkata

tak akan kamu menjadi kaya

bila menyelipkan berbagai sogokan

ke kantong kandung kemih sampai congor mulut

sebab semua tiada berkah

tiada pula  ada vitamin yang menjelma

ke sekujur tubuhmu

 

sang guru berkata

tak ada kata pensiun bagi penulis

wartawan

namun ada jabatan basi di depan mata

bagi menteri

bupati

gubernur

segala bintang hebat di dada

 

sang guru berkata

peliharalah nuranimu

bukan keringat amismu

kedepankan kejujuranmu

bukan nafsu

sebab kaya batin jauh lebih mulia

menjelma menjadi kaya lahir

kaya lahir tak akan menjelma

menjadi kaya batin

 

sang guru berkata

kalian..

para penulis

ujung tombak pemikiran sempurna

bagi khalayak ramai

jangan sekali pun menjadi pelacur

penjahat berkerah putih

pura-pura bertinta emas

sebab  neraka akan menggoresmu

dengan ujung bambu

yang bertuliskan

kamu wartawan pelacur

kamu pelacur wartawan

kamu memang pelacur…..

 

sang guru berkata

saya yakini dengan seyakinnya

yang berguru dari saya

tak tersentuh ujung bambu neraka

yang bertuliskan kata-kata nestapa…

semoga…

Categories: Puisi | 7 Comments

Sinus

 

 

apa itu istilah kedokteran

sinus

sinusitis

tak tahulah apa  makna persisnya

banyak umbel

ingus

srat.. srooooot

 

lalu ada kata sinus

lalu ada akal bulus

lalu ada kebohongan lain lagi

lalu ada rekayasa

pura-pura menjelma

menjadi orang sakit

agar terselamatkan

berpindah tempat

 

sinus

sraaat…sroooot.

ingus menggumpal

di hidung bangir

semua sebagaimana biasa

tak ada yang bergema

sampai akhirnya persiapan penjara

 

sinus…

semoga tak lagi dijadikan alasan

namun bukankah  patah tumbuh silih berganti

bohong yang satu gagal

munculahl di jidat lebar

bohong yang  lain

mulut pun siap bertutur

mulus kencang bagai aspal jalan tol

manis bagai madu hutan

terisi racun bagai bisa ular…

 

sinus…

ah.. terlalu ringan

apakah besok terlintas yang lain

batuk rejan

radang tenggorokan

sakit tulang

perut luka

atau sakit otak sekalian….

 

tak terbayangkan

bila semua dijabah  Tuhan

untuk yang minta dalam perkataan

sama seperti dulu…

saat ingin tak lagi berpasangan

dengan orang yang mengikat janji di meja pelaminan

semua didengar Tuhan

ingin pisah..

diberi pisah betulan….

 

bagaimana kalau diberi sinus

yang maha dahsyat

lalu nafas satu-satu mengendus

hidung mampet karena sinus…..

otak mampet karena sinus

pujian mampet karena sinus

kesadaran nurani mampet karena sinus

bukankah Tuhan Maha Pencatat secara bagus

yang diinginkan orang bisa  segera terkabul  amat mulus

hiiiiiii…..

Categories: Puisi | 4 Comments

Sang Putri Nyungsep

 

apa kamu pikir aku kalah

nyungsep

tergelosor

tiada daya?

 

apa kamu pikir aku malu

ngeri

nyungsep

patah semangat?

 

apa kamu pikir aku kapok

narsis selalu

mengejar citra

meski pura-pura

agar orang mengira

aku tak kenal nyungsep?

 

aku masih bisa segalanya

uang beredar sampai kolong lemari

berlian di seluruh jemari

sanak keluarga terpaksa siap bela diri

meski tubuhku bau duit korupsi

 

semua harus pasti

melempar senyum  di sana sini

namun nyungsep tetap saja nyungsep

aku sungguh patah hati

mencari akal seribu cara lagi

agar jatuh iba dari seluruh negeri

tertuju kepada aku… sang putri….

Categories: Puisi | 7 Comments

Renungan Seorang Ayah

aku seorang ayah

gemas

geram

melihat anak-anak muda

jauh dari usiaku

lancang bertanya

segala cara

 

aku seorang ayah

jantung berdegup keras

senyum di bibir harus dipamer

agar tak terasa galau merana

karena anak menjadi tersangka

 

aku seorang ayah

menatap langit

menyentuh embun

menyimak bisikan

pelan

tapi pasti

kamu..

kamu..

selama ini rizki apa yang kamu raih

halalkah

haramkah

untuk menyuapi anakmu

seisi rumahmu..?

tidakkah tabur tuai akan berlaku

selama alam masih mengalir

bergerak maju..??

 

aku menggigit ujung kuku

ingin kutampar rasanya suara itu

tertelan angin menderu

air mata mengalir bagai buih

aku hanya sanggup berkata

kebohongan itu harus terus ada

demi menutupi maluku…

Categories: Puisi | 2 Comments

Perawan Tua…

Adakah sesuatu yang salah

bila perempuan tak menikah

sulit jatuh cinta

atau patah hati berkepanjangan

lalu ia sendirian

selamanya

 

Adakah sesuatu yang salah

bila jodoh tak kunjung tiba

sampai burung berhenti berkicau

suara kalong menggelepar di dalam rimbun pohon

hari kembali pagi lagi..

 

Adakah sesuatu yang salah

bila si perawan tetap perawan

menjalankan seluruh kehidupan

sampai ke ujung dahan..

 

Tentu ada sesuatu yang salah..

bila si perawan tua acapkali punya pikiran

memecah belah pertemanan

tak bisa sedikitpun bersinggungan

soal perkataan..

soal lain pemikiran

serta perdebatan…

 

Tentu ada sesuatu yang salah

bila si perawan tua kerap uring-uringan

tak suka melihat berbagai kebahagiaan

yang ia lihat kiri kanan

menambah ruwetnya pemikiran

karena merasa selalu hidup sendirian..

 

Perawan tua….

tak salah bila mulia hatinya

melihat segala debu menjadi gula

merasa kepahitan adalah suratan

bernafas penuh syukur bahagia

 

Perawan tua..

menjadi bahan tertawaan sedunia

tatkala dengki muncul dari tutur kata

saat menyesali nasib berlama-lama

melihat bahagia umat lain dari sinisnya sudut mata…

sepanjang hidup isi otak penuh cerita rekayasa

maka sudah dapat segera diduga..

semakin lari semua pria…

hahaha….!!

 

Categories: Puisi | 2 Comments

Sampaikan Salamku Untuknya, Angin….

rindu ini mengalir

deras

menggelora

penuh kobaran cerita

hangat

seru

nestapa

bahagia

duka..

 

sampaikan salamku untuknya, angin

katakan aku tak lepas berhenti mencintainya

kagum segala sikap hidupnya…

yang tanpa pamrih

penuh kasih..

 

ayah….,

sudahkah kau terima salamku..

minggu siang ini…?

Categories: Puisi | Leave a comment