browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Air Mata Gulana Saat Natal

Posted by on December 25, 2011

 

 

mata lelaki itu

menerawang jauh

gemas

amarah

kesal

luka hati begitu dalam

———-

musik berisi doa

seakan tak mampu

menghapus luka

damai di bumi apa belum pernah tiba..

karena Mesuji nestapa

Bima begitu luas darah menganga

——–

lelaki itu tinggal gumam

tinggal diam

tinggal tak paham

natal yang pedih

di belahan bumi sana

seakan mereka bukan sanak saudara

——–

ya Tuhan…

bila muncul aslinya keadilan

dari moncong penguasa yang lebih suka tidur-tiduran

ketimbang melihat api menjilat tubuh pemuda

menatap mulut terjahit hingga luka menyeramkan

bacok bunuh nyawa tiada berharga

mati sia-sia

———

inilah air mata gulana saat natal

penganan lezat bagai tak menggugah selera

laki-laki itu tersentak

sayup muncul di atas kepala

angin berkata

kau masih punya Tuhan

mintalah terus kedamaian…

sampai nafas tiada lagi terlekat  di badan

Bagikan Posting ini di:

One Response to Air Mata Gulana Saat Natal

  1. berthy b r

    So nice, best Sister!!! We love you all the times…. Aku baru tulis “Gus Dur, Frans Seda, Andi M, dan 24 Desember”. Have nice holidays, Mbak Lin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>