browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sepakbola! Menggelindingpun Memakai Otak !

Posted by on December 2, 2011

gempita seluruh hamparan lapangan

bepeluh air liur ambisi kemenangan

mengatur siasat agar tendangan

menuju sarang kemuliaan

jutaan umat gempar berteriak

bagai perang kumpulan raksasa

dari segala penjuru dunia..

pada detik yang sama,

waktu yang sama

reaksi seragam seiring sama

begitu bermaknanya

benda bulat bundar yang terlempar lewat otot-otot kaki

mengelabui pihak lawan dengan segala aksi

menari atas kejelian kecerdasan otak

lagi-lagi  menuju kaki

—————-

Bola !

ya…, Bola !!

menggelindingpun memakai otak

mencapai puncak karena kerjasama serasi

runtun,

gesit,

sigap,

tanpa celoteh dusta basi..

———–

bukan membutuhkan pelakon yang hanya pandai berlaga

memperebutkan pimpinan organisasi

meski masih mendekam di bui

sampai sudah kembali bisa di depan rumah bersenam pagi..

tetap saja muntah semua segala ambisi

karena begitu yakinnya

sebaran uang kawan lawan akan segera berlari..

mengikuti ke mana arahnya  lembaran kertas itu pergi

bola tetap menggelinding terus tiada henti…

mencapai puncaknya bila segala sesuatu yang murni

tetap terjaga pada sebuah hati…

itupun kalau ada..

———–

dan Bola !

menciptakan suasana nyaris semua manusia bertekuk lutut

untuk ikut bermain dalam perhitungan akal dan budi..

budi?

ah.., itupun kalau masih dimiliki…

bola tetap menggelinding beberapa hari dan minggu  ke depan ini…

anehnya,

meski disadari bola menggelinding memakai otak…,

kapan bangsa ini  mulai bisa mempelajari ???

You are less paper-writer.org protective of him because he’s a young man and he’s tough.
Bagikan Posting ini di:

3 Responses to Sepakbola! Menggelindingpun Memakai Otak !

  1. Natalie Caloprato

    Perlu diketahui, sebenarnya judul buku ini diambil dari salah satu puisi Linda ke delapan belas yang berjudul “Cintaku Lewat Kripik Blado”.

  2. wijaya kusumah

    sebuah puisi yang memikat hati dan menyindir mereka yg tak punya otak, hehehe

    salam
    omjay

    • admin

      hai Oom Jay…., kalau begitu kita makan ‘gulai otak’ aja yuuuuk… ! hahahaa..!! salaaaaam,