browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Setelah Membaca Dokumentasi Pilot Jatuh di Lapangan Terbang Kemayoran

Posted by on December 20, 2011

MEMBACA ‘TEMPO INTERAKTIF’  BERITA TAHUN 1972, MENGINGATKAN SAYA KEPADA PAMAN TERCINTA.., PILOT KADARUS YUDHADIBRATA ”OOM AYUS”   YG KEBAIKAN HATINYA MENJADI KENANGAN TAK TERLUPA BAGI SAYA PULUHAN TAHUN KEMUDIAN SAMPAI SEKARANG…….  maka muncullah puisi  Oom Ayus….

07 Oktober 1972

Di curug & sibayak

SESAAT setelah para penerbang muda melepaskan tanda-tanda siswa mereka dan para sanak-kerabat menyampaikan ucapan selamat, di udara landasan Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara (LPPU) Curug, suara pesawat menderu-deru. Mentor T 34 A yang didatangkan dari Amerika sejak tahun 1963 beberapa kali menukik dan melayang bagai hendak menyambar para peserta upacara wisuda ke-31 orang pilot baru tanggal 23 September lalu. Pada ketika lain pengunjung dapat menyaksikan pesawat latih tadi mendengus kurang dari 100 kaki di atas mereka. Dan sampai di ujung landasan sebelah timur, penerbangnya hendak mengembalikan posisi terbaliknya sambil membelokkan moncong kapal bermesin satu itu ke arah selatan. Tetapi kerendahan terbang tidak seimbang dengan kecepatan laju waktu itu, sehingga si Mentor tak mampu membubung. Dan moncongnya menghunjam ke tanah, 300 meter dari hanggar di mana upacara wisuda baru usai. Mendengar hempasan keras berbarengan dengan debu mengepul, Menteri Perhubungan Frans Seda dan hadirin terpukau. Sesaat kemudian Bambang Purnomo, Letnan penerbang AURI instruktur penerbangan Akademi Penerbangan Indonesia (API) dan lulusan AKABRI Udara – bersama T. Sinaga link instruktur alumni LPPU angkatan terakhir, dikeluarkan dari pesawat. Bambang Purnomo diangkut dalam keadaan meninggal, sementara Sinaga luka berat. tidak ada tanda-tanda kebakaran dari api yang memercik karena hempasan, sehingga tanki bahan bakar tetap aman di sayap pesawat. Sibayak. “Saya tidak tahu kalau pakai akrobat-akrobat udara segala”, kata Frans Seda dengan lesu setelah menyaksikan keadaan kedua korban. “Padahal pesawat itu memang biasa untuk akrobat”, Kepala Pendidikan LPPU Curug. Susilo menjelaskan, “tetapi ketinggiannya 3.000 kaki”. Maksudnya ia cukup menyesalkan bahwa akrobatik udara yang baru saja disaksikan hanya dalam ketinggian kurang dari 100 kaki. Dan kejadian itu masih ramai dibicarakan orang, hari selasa pagi minggu lalu sebuah F. 27 “Sibayak” milik Garuda telah jatuh pula dilandasan Kemayoran beberapa detik setelah take-off. Tiga orang pengemudinya, masing-masing pilot senior Kadarus Yudhadibrata, Triyuno Sw dan Radite Resutantiono keduanya “student pilot” gugur seketika bersamaan dengan terbakarnya hampir seluruh tubuh pesawat. Menurut pihak Garuda “Sibayak” ketika itu sedang mengadakan “instruction flight” bersama dengan dua buah pesawat Fokker lainnya. Pada ketinggian 100 kaki F. 27 Sibayak tiba-tiba miring ke kanan, lalu menukik dan kemudian menyentuh timbunan Drum aspal di sekitar landasan. Pesawat meledak, disusul semburan api serta kepulan asap. Beberapa mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan tampaknya tidak berdaya mengeluarkan paraawak dan menghentikan api sehingga dalam waktu hanya 5 menit tubuh pesawat hangus bersama korban-korbannya. Dengan kecelakaan ini, maka sampai sekarang armada Garuda tinggal memiliki 10 buah F-27, 5 buah F-28, 5 buah DC-9 dan 3 buah DC-8. Pesawat yang jatuh itu sendiri dibeli oleh PN Garuda di tahun 1969 dengan harga US 1,404,000 dollar. Sampai pertengaha minggu lalu pihak Garuda masih menyelidiki sebab-sebab kejadian yang jatuh itu sendiri dibeli oleh PN Garuda di tahun 1969 dengan harga US 1,404,000 dollar. Sampai pertengahan minggu lalu pihak Garuda masih menyelidiki sebab-sebab kejadian.

Oom Ayus….

gagah sekali engkau, Oom !
dada bidang kulit kuning langsat
hidung bangir
rambut cepak
berbalut baju kemudi pesawat
berpangkat di bahu
bertopi
terbang melayang
pilot pujaan keluarga..

Oom Ayus si tulus hati
pangkuanmu penuh kasih
aku kecil ingin main gamelan kecil
kau buatkan pentungan
dari biji buah rambutan
dikeringkan seminggu
diberikan kepadaku
mata cilik berbinar
sungguh bahagia…

Oom Ayus selalu paham
aku ingin makan puyunghay yang mahal
mereguk merekah dinginnya es shanghay
serta kertas lipat warna warni
semua di depan mata
persembahan pilot pujaan keluarga..

Oom Ayus ingin kupeluk
mengapa jauh sekali engkau kini…
setelah tubuh melayang terjembab di aspal panas
nyawa melayang dari kapal terbang..
pilot pujaan keluarga
pergi dengan senyuman…
terbungkus cinta luar biasa mendalam
untuk kedua putri belia kekanakkan
istri jelita muda rupawan
tinggalkan cinta segunung sang keponakan
persembahan senantiasa untuk kami…
pilot pujaan keluarga

Bagikan Posting ini di:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>