browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: February 2012

Babi Merah Jambu Bebek Beruban….

di tengah aroma tinja binatang mataku terbelalak begitu banyak babi tidur begitu banyak babi melamun begitu banyak babi menatap di kandang kayu kusam wow… merah jambu warna mereka mulus tubuh gempal satu yang amat raksasa menguap seenaknya dari moncong mancungnya setengah berdiri ratusan kilo bobotnya warna yang indah bagai baju kebaya yang biasa kupakai pesta… … Continue reading »

Categories: Puisi | 6 Comments

Dua Puluh Tujuh Tahun yang Lalu…..

perutku mules nyeri bercak darah merah muncul rasa bergolak antara panik dan gemuruh bahagia hati perutku mules tak terkendali maka rem mobil bagai tak dipakai lagi mobil meluncur kilat ke tempat persalinan jauh… tak ada macet bagai situasi kini Tuhan mengatur di hari Minggu jalanan sepi perutku tak tertahankan inilah sakit yang sesakit sakitnya tiada … Continue reading »

Categories: Puisi | 4 Comments

Mengapa Diam Saja…..??!

ada sinar menohok hamparan air kolam menyembul dari balik daun kelapa bunga kemboja terguyur embun sisa jernih senyap .. namun mengapa tiada gerak sedikit pun angin pagi bagai tak sudi mampir sampai tanah merah tak berumput putik padi kaku Ubud mengapa begini semua diam… karena rindu angin rindu sinar berlian kejujuran jauh sekali di seberang … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Dari Ibu Hanya Doa

dari ibu hanya doa dari ibu hanya doa dari ibu hanya doa semilir embun Ubud dini hari di luar jendela kamarku menuju Kuta… tempatmu kini berada merambah usia setahun lagi tumbuh sebagai pemuda cakap dua puluh tujuh tahun usiamu,nak…. sudah segunung nasihat harapan indah semu gregetan sampai ikhlas pasrah itulah bekalmu dari bundamu hanya doa… … Continue reading »

Categories: Puisi | 6 Comments

Baju Religi Itu….

baju religi itu begitu indah gagah penuh siraman rohani bergumpal doa tersiram di sekujur lipatan baju religi itu masih dipakai mereka sekeluarga bahagia ke luar pura usai persembahyangan melewati semilir angin sejuk Ubud menusuk sukma keluarga cakep dan cantik suami istri dan kedua anak jelang dewasa entah apa rizki terlimpah dari Sang Kuasa bagi mereka … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Yang Mulia Ingin Main Film?

karena ulah seorang remaja yang salah bicara Yang Mulia akan beraga main film di dunia maya heboh sejagad raya semua ‘kan sesungguhnya hanya soal yang sederhana sebab main film tak menjadi nyata tetaplah sehari-hari tampak di depan mata Yang Mulia adalah aktor ternama ahli lakon yang kerap berkata TIDAK menjadi YA…….

Categories: Puisi | Leave a comment

Kursi Itu Lagi…., Duh… !!

gara-gara kursi itu lagi yang lucu-lucu tergenang di pelupuk mata yang manis kembali terasa yang indah menghapus nestapa… gara-gara kursi itu lagi damai duduk berlama-lama meski hanya angin senyap… pembicaraan tadi siang lewat telefon genggam seakan masuk ke pori-pori kursi lagi-lagi damai karena meski cinta sudah lama punah dengan ringan tanpa dendam jengah namun rasa … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Jokowi

Jokowi mengerutkan jidat mata menyipit membaca rentetan berita di koran tentang dirinya Jokowi tercenung garis di dahi kembali tercetak ia menghela nafas pelan menyebut nama Ibunda menyebut nama Sang Rabb tiada putus Jokowi menggosok pipi lonjongnya tekadnya sudah bulat tak goyah oleh angin dahsyat yang menyembur puja puji yang melempar caci maki baginya semua sama … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Sepasang Cicak di Balik Kaca Sedang Ber…….

mesra amat sepasang cicak di balik kaca sedang ber…. sedang berkecengkerama sembari memagut mulut ke arah depan kaca sepasang cicak sedang ber… berdiskusi sembari tertawa ngakak mata tak berkedip melihat sang juragan berakting di depan kaca sambil mematut baju pilihannya untuk besok jangkauan pameran publik penyosor layar kaca sepasang cicak sedang ber…. berteriak ! ujar … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Tajamnya Matamu, Hai Cantik !

kaki terhentak melenggang seru gamelan bergetar menembus langit bunga kemboja bergerak dari atas kepala berderet-deret tegak ikut pada irama menuju ujung kuku panjang tajamnya matamu, hai cantik! ke semua penjuru mengikuti lagu membelah kesombongan blagu menggigit keterangan palsu lewat tarian sukma pelajaran religi turun menurun asal nenek moyang dari dalam tanah harumnya pulau Dewata…..

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment