browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Daily Archives: February 21, 2012

Yang Mulia Ingin Main Film?

karena ulah seorang remaja yang salah bicara Yang Mulia akan beraga main film di dunia maya heboh sejagad raya semua ‘kan sesungguhnya hanya soal yang sederhana sebab main film tak menjadi nyata tetaplah sehari-hari tampak di depan mata Yang Mulia adalah aktor ternama ahli lakon yang kerap berkata TIDAK menjadi YA…….

Categories: Puisi | Leave a comment

Kursi Itu Lagi…., Duh… !!

gara-gara kursi itu lagi yang lucu-lucu tergenang di pelupuk mata yang manis kembali terasa yang indah menghapus nestapa… gara-gara kursi itu lagi damai duduk berlama-lama meski hanya angin senyap… pembicaraan tadi siang lewat telefon genggam seakan masuk ke pori-pori kursi lagi-lagi damai karena meski cinta sudah lama punah dengan ringan tanpa dendam jengah namun rasa … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Jokowi

Jokowi mengerutkan jidat mata menyipit membaca rentetan berita di koran tentang dirinya Jokowi tercenung garis di dahi kembali tercetak ia menghela nafas pelan menyebut nama Ibunda menyebut nama Sang Rabb tiada putus Jokowi menggosok pipi lonjongnya tekadnya sudah bulat tak goyah oleh angin dahsyat yang menyembur puja puji yang melempar caci maki baginya semua sama … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Sepasang Cicak di Balik Kaca Sedang Ber…….

mesra amat sepasang cicak di balik kaca sedang ber…. sedang berkecengkerama sembari memagut mulut ke arah depan kaca sepasang cicak sedang ber… berdiskusi sembari tertawa ngakak mata tak berkedip melihat sang juragan berakting di depan kaca sambil mematut baju pilihannya untuk besok jangkauan pameran publik penyosor layar kaca sepasang cicak sedang ber…. berteriak ! ujar … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Tajamnya Matamu, Hai Cantik !

kaki terhentak melenggang seru gamelan bergetar menembus langit bunga kemboja bergerak dari atas kepala berderet-deret tegak ikut pada irama menuju ujung kuku panjang tajamnya matamu, hai cantik! ke semua penjuru mengikuti lagu membelah kesombongan blagu menggigit keterangan palsu lewat tarian sukma pelajaran religi turun menurun asal nenek moyang dari dalam tanah harumnya pulau Dewata…..

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment