Angin Menjalar

desisnya lembut
menyusup ujung rambut
perempuan muda perkasa
dalam dustanya
dalam angin ribut sekali pun
menjelma upaya santun semesta
penuh pura-pura

desisnya lembut
angin menjalar sampai ke jeroan perut
tertawa terbahak-bahak
karena si empunya tubuh
jauh dari rasa malu
lalu apa itu namanya
kalau bukan tak waras alur pikirnya….

One comment

  1. assalamu’alaikum,
    blog yang asik, dimasuki, isinya beragam, rapih daN . . . .RUARR BIASA
    Salam kenal mbak,setelah tulisannya di Kompasiana habis kubaca, baru ketemu blog ini.
    Semua tulisannya mantab,
    meski aku kurang suka puisi, tetapi yang ini sangt gampang kubaca dan pahami.
    Nulis terus mbak., selamat berkarya.
    Wassalamu’alaikum

Comments are closed.