browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Renungan Seorang Ayah

Posted by on April 27, 2012

aku seorang ayah

gemas

geram

melihat anak-anak muda

jauh dari usiaku

lancang bertanya

segala cara

 

aku seorang ayah

jantung berdegup keras

senyum di bibir harus dipamer

agar tak terasa galau merana

karena anak menjadi tersangka

 

aku seorang ayah

menatap langit

menyentuh embun

menyimak bisikan

pelan

tapi pasti

kamu..

kamu..

selama ini rizki apa yang kamu raih

halalkah

haramkah

untuk menyuapi anakmu

seisi rumahmu..?

tidakkah tabur tuai akan berlaku

selama alam masih mengalir

bergerak maju..??

 

aku menggigit ujung kuku

ingin kutampar rasanya suara itu

tertelan angin menderu

air mata mengalir bagai buih

aku hanya sanggup berkata

kebohongan itu harus terus ada

demi menutupi maluku…

Bagikan Posting ini di:

2 Responses to Renungan Seorang Ayah

  1. liend

    udah biasa makan yg haram,mengisap darah rakyat jelata,,makanya kebohongan2 sllu diciptakan..

  2. mia salmi

    Selamat bu Linda akhirnya adiknya ditahan,sudah ditahan tetap saja memperalat anak2nya untuk mendapat simpati huek…huek….., udah kembalikan saja zahwa&aaliyah pada ibu kandungnya. Ini Lucky Sondakh juga ikut2an katanya ingin mengasuh zahwa&aliyah,kalo keanu emang kewajibannya. Kualat lho nanti merampas anak2 dr ibu kandungnya. sekali lagi selamat ya bu Linda. ganyang koruptor hidup rakyat indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>