browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: May 2012

Pelukis dan Lukisan Palsu

talenta  menebar dalam jiwa keluar menuju ubun-ubun kepala terasa di jari-jari getaran warna senyum pelukis mengembang  bangga sadar akan hak istimewa semua  berlimpah dari  Tuhan..   pelukis tiada punya jeda guratan warna sapuan cerita muncul dalam angan-angan menuju fakta.. talenta terus dan terus menebar.. mampu membuat segala lupa..   khilaf mulai menjentik  jemari uang menyala … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | 4 Comments

Plat Nomor Mobil

bangga meluncur di tengah kemacetan kota tanpa aturan tertera   bangga duduk di mobil nyaman dingin dan musik menggema sembari  telefon genggam terus menyala tak perduli di luar sana nestapa   meluncur dan meluncur… gagah perkasa plat nomor  garang menyala menempel di hidung dan pantat mobil sentosa   silakan pilih mau yang mana plat nomor … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 3 Comments

Air Mata…..

ada air mata meluncur pelan malu pada pipi takut mampir ke muka   ada air mata tak mungkin dibendung karena muncul dari hati pedih kecewa… merasa dibedakan   ada air mata setitik demi setitik pertanda terpaksa menerima cinta yang dibedakan kasih yang dibedakan bagai tak ada lagi di bumi tak diperlukan lagi saudara hina dina … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Mia dan Harum Tanaman….

bunga berwarna tak hanya satu lusinan tiada tara harum tanaman menebar selera mengundang senyum bahagia…   angin semilir kadang menggigit kulit muka menambah batin indah dalam sukma semua diciptakan atas hati cantik seorang perempuan Indonesia nun jauh di negeri dingin… Mia… Mia menghidupkan suasana kering menjadi basah kering menjadi indah kering menjadi tawa   Mia … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Iyem, Oh Iyem..!

    tubuhmu kecil langkahmu ringan kurus gesit rambut lurus tiada ikal bekerja tiada henti dari waktu ke waktu hari bulan tahun nyaris seperempat abad mengabdi kepada majikan   mengabdi..? benarkah..? Iyem selalu berada di tengah wewangian botol parfum segala merk dari seluruh penjuru dunia sebagian titipan dibawa.. oleh pramugari jelita   iyem berada di … Continue reading »

Categories: Puisi | 4 Comments

Ada Apa di Monas?

  Monas bercahaya bagai sumbaran emas ke segala penjuru menyala siluet wanita terduduk sepi rambut menjurai di balik kilatan lampu emas memendam cinta…   Monas dalam ketinggian membuat manusia gamang menatap Ibukota dalam hamburan berisik jauh di atas sana… tanpa godaan   Monas mempunyai satu kisah manakala seorang perempuan berbinar tergenggam oleh tangan seorang pria … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | 2 Comments

Ketika Ayah Tak Kembali Lagi dari Tugasnya di Awan….

  jeritan isak tangis menderu perih ayah yang cakep indah tutur katanya sabar.. pemurah gagah tegap.. tinggal seonggok manusia bagai tiada arti lagi legam hancur berantakan   indahnya awan bergumpal bagai kapas putih itulah indahnya ayah senyum tak pernah putus halus pekerti.. cinta ibu setengah mati cinta kami kedua putrinya berlangit-langit cinta seluruh keponakannya semua … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Selamat Ulang Tahun…

pagi tadi sayap burung di jendela patah menyengat pemandangan perih   pagi tadi layangan putus di halaman binasa robek seluruhnya nestapa..   siang kuberanikan diri menyembur kata selamat untuk kamu yang jauh dulu kukagumi tigapuluh lima tahun silam menembus langit hingga lupa segala   selamat ulang tahun… bisikku lirih untuk kamu yang akhirnya tak jadi … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Obrolan Manis…

    obrolan yang manis lucu indah merajut kenangan tanpa  luka   obrolan manis melukis damai di hati terdalam segar kocak…   dulu kamu bikin nasi uduk pagi-pagi sekali lalu kamu jualan ke para tetangga begitulah obrolan manis dari seorang lelaki yang pernah jadi suami…   dulu kamu dikira tukang cat dengan oblong lusuh mengecat  … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Sang Guru Berkata……

sang guru berkata kejarlah berita sampai langit menembus sorga sampai pasir terdalam menembus gua di tengah hutan terang benderang sampai gulita   sang guru berkata periksa seluruh kata segala manusia manis menyebar rasa gula belum tentu seperti itu aslinya kasar mengiris dada belum tentu pula seperti itu aslinya   sang guru berkata lihat kiri kananmu … Continue reading »

Categories: Puisi | 7 Comments