browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Ketika Ayah Tak Kembali Lagi dari Tugasnya di Awan….

Posted by on May 11, 2012

 

jeritan isak tangis

menderu perih

ayah yang cakep

indah tutur katanya

sabar..

pemurah

gagah tegap..

tinggal seonggok manusia

bagai tiada arti lagi

legam

hancur berantakan

 

indahnya awan bergumpal

bagai kapas putih

itulah indahnya ayah

senyum tak pernah putus

halus pekerti..

cinta ibu setengah mati

cinta kami kedua putrinya berlangit-langit

cinta seluruh keponakannya

semua dianggap bagai saudara  kandung sendiri..

tanpa pamrih…

 

tugas ayah sungguh mulia

mengantar berbagai bangsa ke mana-mana

sayap menggelepar sungguh perkasa

dari burung besi terkendali

hasil sigap cekatan tangan ayah…

 

lalu datanglah hari perih itu

ayah mengajar calon-calon penggantinya..

entah salah siapa..

burung besi terjembab dari udara

lapangan udara Kemayoran saksinya

hilanglah sudah nyawa si cakep

penebar kasih ke mana-mana

 

ketika ayah tak kembali lagi

dari tugasnya di awan..

kami paham guratan  nasib akan berubah…

di atas pundak ibu kami bergantung

dari tapak  kaki ibu sepanjang hari

kami bergabung

menuai perjuangan hidup…

dengan semangat baru

tiada tara…

 

nasib kami terulang pada orang lain

ketika ayah mereka tak kembali lagi dari tugasnya di awan..

tangisan masa lalu terasa  bergema nestapa..

seperti yang pernah kami alami….

dengan begitu pedih sekali…..

bangkitlah kawan

tegarlah saudaraku

gantung hidup kalian

pada kekuatan doa..

selalu….

dan selalu….

 

>>>>>>>>(puisi ini didedikasikan untuk tante Neneng Kadarus, Inez dan Mamo…adik-adikku)

 

Bagikan Posting ini di:

2 Responses to Ketika Ayah Tak Kembali Lagi dari Tugasnya di Awan….

  1. Kim Saribanon

    Terima kasih, Kakak. Puisi yg indah… Semoga si Ayah tenang di alamnya & selalu tersenyum bangga akan kita…

  2. Bambang Gunawan

    Indah sekali puisinya. Turut berduka cita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>