Parsel Lebaran

bertumpuk di meja boss
parsel lebaran warna warni
berbagai rupa menohok selera

parsel lebaran bisa diberi
setahun kemudian
sampai basi
bulukan sana sini
atau tidak sama sekali
dari tangan si kikir kaya raya
yang tak sudi melihat orang lain bahagia
enak menelan sendiri ketimbang berbagi

parsel dinikmati sendiri
sampai muntah
penuh kemaruk tiada tara
pegawai mengintip dari balik jendela
untuk harapan sia-sia

namun di tempat lain..
di ketinggian lantai menara
parsel bertebaran di lantai kerja
ruang boss wangi semarak seroja

boss memanggil satu persatu
anak buah yang sulit memperoleh barang mahal
inilah saatnya berbagi
agar bahagia merebak ke seluruh hati

ayo mau yang mana
tanya boss kepada satu pegawai
malu-malu staf fotocopy menunjuk
pada alat setrika
boss berkata, ambiiiiiiill…
maka sukacitalah pegawai rendahan itu

kamu mau apa…
tanya boss pada operator kantor
apakah panggangan roti boleh saya dapat
untuk anak suami sarapan pagi
sebab yang dulu sudah jebol sana sini
boss berkata, ambiiiiiiill…
senyum merebak bahagia
operator keluar ruangan sembari tertawa

pilih yang mana
tanya boss pada pegawai lainnya
kue kastengel Belanda buatan Pandor
pasti enak sekali dan sungguh tinggi harganya
saya mau yang itu pak,
boss menggeleng kepala
jangan ya
saya ingin kasih ke tukang parkir
karena seumur hidupnya tak pernah merasa
kastengel lezat keju asli Belanda
ambil saja penggorengan ini semua
lebih mahal dan terpakai di dapurmu
pegawai tercengang berkejap-kejap matanya
teflon tak terbeli sebelum-belumnya
boss berkata, buruan angkuuuuuuut….

semua berpesta
lebaran akan disambut penuh canda
karena parsel lebaran melengkapi rumah mereka
doa menyerbu boss dan keluarganya
dari seluruh pegawai yang turut berbahagia
meraih rejeki yang menjadi hak boss
dari seluruh rekanan kerja….
beda benar dengan boss-boss lain
yang hobi menelan sendiri hadiah lebarannya…
(puisi ini kudedikasikan kepada almarhum Herry Komar, eks pemred majalah GATRA – yang selalu bermurah hati membagi-bagikan parsel lebaran kepada seluruh anak buahnya )

Today, cursive writing is becoming https://order-essay-online.net/ a lost art as note taking with laptops becomes more and more prominent in classrooms.