browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: September 2012

Pegal Linu

tubuhku pegal linu terlalu diperas waktu otakku pegal linu karena mana yang benar sudah ku tak tahu hatiku pegal linu karena bangsa  ini tak lagi punya haru menuduh korupsi padahal dirinya nomor satu mencerca agama lain padahal sifat si penghina lebih dari hantu membunuh bagai kebiasaan sejak dulu perempuan berlipstik di bui  tak tahu malu … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Aku Ingin Sekolah

aku ingin sekolah ujar paino ujar syula ujar mawar ujar widodo berhimpun merana meneguk air liur hingga surut ke ujung pantai   aku ingin sekolah namun bunda begitu lelah tapak kaki menginjak sawah di atas retaknya tanah ayah begitu pula tukang batu tak dapat kerja karena semua banyak yang muda itu kata paino bercerita sembari … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Nak, Kamu Puas Membunuh?

sedangkan orang banyak tak tega menggorok leher  ayam sedangkan orang banyak tak tega menyakiti sesama dengan pisau tajam   tapi kamu memang lain terlahir dari rahim ibunda yang suci… mengambang penuh doa meruah bangga keluarga bagai kertas putih bersih belum tertekuk lipat tak kena coretan berkibas..   tapi kamu juga lain adakah iblis sudah merasuk … Continue reading »

Categories: Puisi, Uncategorized | Leave a comment

Ngoweng-ngoweng Voreder

ngoweng-ngoweng voreder apalah namanya mobil dikawal polisi menderu dari knalpot motor besar minggir sana minggir sini pengusiran kepada rakyat jelata seperti sudah terbiasa   ngoweng-ngoweng voreder membelah macetnya jalan dari mobil lain semua memaki si komo lewat.. kenapa tidak pasang sayap di pintu mobil dinas?   lalu muncul sepasang pejabat baru yang mungkin pernah memaki … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Mulut Tajam Dangkalmu Bagai Bukan Anak Sekolahan

sudah puluhan kali kamu berbicara ngawur ke mana-mana dengan lentur yang menusuk hati   hingga soal pribadi pernikahan adat tak kamu akui begitu perih sekali lebih tajam dari silet asahan berkali-kali   lalu kamu mulai lagi bermulut tajam  norak sekali kamu mengejek dengan senang hati sang gubernur dan wakilnya nanti tak akan bisa tidur nyenyak … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Hari Ini Saya Menangis Berkali-kali

Pagi saya ke tempat pemilihan Gubernur di dekat rumah.  Senang sekali melihat pak RT, ahli listrik, maupun orang-orang yang biasa berkeliaran di dekat-dekat rumah saya  duduk berjejer sebagai panitia di lokasi.  Baju saya merah kotak-kotak. Sepatu juga merah kotak-kotak. Lalu selendang kotak yang warnanya sama dengan kemeja  para pendukung Jokowi Ahok,  yang saya beli sepanjang … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | 3 Comments

Perempuan Indah Itu…

perempuan indah itu punya gelora terpendam cinta yang besar kasih yang dalam pemaaf sabar yang mulia   tatkala hatinya tertendang oleh sang pasangan senyumnya tetap terpajang mengembang…   perempuan indah itu cerdas sekolahan tabah dari kuatnya iman… lagi-lagi segala dilawan dengan doa jutaan…   perempuan indah itu sejak remaja memang mengagumkan keibuan.. tatkala kereta api … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Ternyata Kamu Orang Jawa…

bila huruf  belakang dari sebuah nama adalah o… o.. o.. djoko purnomo supeno riyanto dan oooooooo yang lain secara logika waras itu adalah orang Jawa…   tapi mengapa yang satu ini berkata ‘saya bukan orang Jawa’ padahal buntut namanya pun dengan huruf  ‘o’ .. barangkali memang dia Betawi asli nama ‘o’  sekedar pemberian bermakna namun … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Naik Darah !

dia naik darah penuh nafsu amarah karena  hasil kerjanya disebut parah dari segala lapisan berbagai arah   dia naik darah hati panas gerah karena banyak sekali sampai di kawasan sampah rata-rata berkata, ” ngapain pilih kamu?  ogah!”

Categories: Puisi | 1 Comment

Keju Belanda dan Orang Cina

Orang tua saya pernah mengalami masa sulit, saat bisnis ayah ditipu oleh temannya sendiri.  Tahun  ’60 an kami hidup sungguh sederhana meski tinggal di kawasan Menteng Jakarta Pusat.  Ayah, dengan segala kegesitannya mulai bangkit dengan gagahnya sampai akhirnya kami bisa pindah rumah ke kawasan perumahan  keren pertama di Indonesia/ Jakarta, di Taman Solo Cempaka Putih … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | 18 Comments