browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: September 2012

Kalau Nyonya Elit Masuk Bui

kalau nyonya elit masuk bui ada empat koper besar tahan banting ada alat lukis ada pengering rambut ada meja rias   kalau nyonya elit masuk bui ada cat rambut tujuh warna ada pengharum ruangan ada kue harga sejuta ada bedak lipstik berupa-rupa   kalau nyonya elit masuk bui ada berkas kerja ada konsep rekayasa kapan … Continue reading »

Categories: Puisi | 6 Comments

Kamu Duta dari Dulu….

berlari segera cepat mengejar berita   bertanya tak selalu percaya kepada  tangkapan cerita berputar isi kepala nurani selalu menggema   kamu duta media mencorongkan kebenaran tanpa tekuk lipat dari niatan rekayasa pejabat maupun pengusaha si miskin maupun si kaya di matamu tak pernah beda   kamu tertawa memandang penipu negara kamu membahana lewat tulisan cerdas … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Tenda Biru

tenda biru menyala penuh cinta menyembur tawuran harta guratan kaya raya membahana   tenda biru seharga lima belas milyar dianggap hal yang biasa saja meski perut rakyat penuh nasi aking itu urusan nasib masing-masing   tenda biru menyekat hati tiada haru sebab tak ada lagi hati di situ di dalam kalbu.. sanubari dan otak mengepul … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Serangan Fajar Anggota DPR di Luar Negeri

kalian datang ke negeri orang petentengan dengan sejuta alasan untuk maha pentingnya suatu pekerjaan   kalian bagai raja diraja pagi-pagi ke wisma duta.. ternyata kalian lapar dan dahaga semua  perwakilan harus siap sedia bagai perang yang selalu siaga   kalian datang tanpa permisi tak sedikit pun ada konfirmasi tingkah tengik bau terasi kalian serampangan menyuruh … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 10 Comments

mulutmu oh mulutmu

pantasnya kamu melantunkan lagu saja tentang cinta tentang kasih antar sesama tentang damai tentang kerukunan   sepantasnya kamu bergitar saja memetik dawai dengan penuh kasih tebar pesona senyum sana  sini busana rumbai-rumbai menikmati tepuk tangan jejeritan perempuan dari bawah panggung sana   sepantasnya kamu bercermin bahwa Tuhanmu tak akan suka bila kamu menghujat sini sana … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Dia Berminat Maju Lagi !

tanpa malu karena memang tak dimilikinya tanpa mawas diri karena itu pun tak ada dalam pelajaran hidupnya tanpa kejernihan karena semua orang yang menegur dianggap menzoliminya..   yang jelas… orang ini maju kembali sesungguhnya tak cukup berarti jabatan sekian tahun menggunung fasilitas… yang tak terselesaikan dengan sempurna dan pihak lain selalu yang dipersalahkan   tanpa … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Ada Air Mata Lagi, Ada Apa Denganmu..?

kamu biasanya tersenyum lebar tawa menantang tanpa takut   kamu merona tanpa malu dipeluk sang duda sembari lupa tangis nestapa   benarkah semua sandiwara dari tutur kata sampai air mata   namun hari ini tawa diganti tangisan bagai membalik telapak tangan semua begitu mudah bagimu menangis tertawa menangis tertawa bagai orang gila…   ada air … Continue reading »

Categories: Uncategorized | Tags: , | 13 Comments

Promosi Buku “Celotehan Linda” di Metro TV

Pagi ini, saya diundang oleh Metro TV untuk wawancara sekaligus promosi buku “Celotehan Linda” dalam acara “8-11 Show”.  Saya diwawancarai pukul 08.45 – 09.30. Dibawah ini adalah 2 gambar yang sempat difoto seorang kawan pada layar TV-nya, saat saya sedang beraksi ! Terimakasih ya bu Amril  atas fotonya dan juga Metro TV atas kesempatan mengisi acara … Continue reading »

Categories: Berbagi Info | 1 Comment

Punggungmu di Panggung

punggung itu dulu adalah milikku tatkala kita berucap doa untuk bisa bersama lewat untaian cinta   di tengah ribuan orang ada pesona di sana yang kusimpan bersahaja.. punggungmu di panggung kutatap berlama-lama…. ada roti abon datang di malam buta pertanda cinta… ada sapa canda tiada lepas karena kangen acapkali membahana semua terlintas di kepala segala … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Cemara di Hati

cemara menjulang menggerus ruangan lalu ada kamu yang dulu kupeluk erat sambil kita berbincang tentang isi koran…   cemara menjulang malam-malam ketika telapak tanganmu menyentuh bahuku sembunyi-sembunyi.. mengapa pula aku tersipu malu.. ingat dulu…   cemara di hati ujung daunnya menyapa penuh tanda tanya, apakah masih ada cinta yang tersisa….?

Categories: Puisi, Uncategorized | Tags: | 1 Comment