browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: December 2012

Saya Lupa…

tatapanmu gelegar hasratmu tawa renyahmu saya lupa… karena kamu sudah di awan tertelan janji menohok matahari berselimut pada segunung pekerjaan   saya lupa karena kamu terlalu bersemangat membuat rongga dada sesak dan takut.. padahal gemericik suara kasih sulit digunting selipatan sekalipun bagai kawat tebal tajam kekar selamanya

Categories: Puisi | Leave a comment

Puisi Tahun Lalu yang Heboh Tentang Angelina Sondakh

Tahun lalu, persis tanggal 28 Desember, saya posting puisi di blog Kompasiana.com tentang “Rumput di Atas Makam’. Heboh ! Dari 4139 pembaca dan 48 orang yang berkomentar, ada  puji dan caci maki dalam komentar yang langsung tertuju kepada saya mapun dalam bentuk pesan pendek SMS. Puisi itu bahkan tersebar sampai ke media infotainment. Sebagian besar … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | 3 Comments

Sabda Dusta Raja dan Wakil Raja

raja bersabda narkoba telah mengancam kehidupan umat manusia di dunia termasuk di negara ini… harus agresif ambisius untuk melawannya.. maka raja bertekad perang hebat untuk narkoba   wakil raja membeo bagai burung dungu seolah tak kalah garangnya yang penting memberi tahu kepada khalayak pemikirannya sama cemerlangnya dengan majikannya katanya, tidak sekalipun ada toleransi kepada penyalahgunaan … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Anto

Anto telah pergi aku menerawang puluhan tahun dengan mobil hijaunya penuh pemuda semua teman dekat sekelasnya siap menyerbu  rumah besar teduh lebar penuh penganan   Anto dulu  menjadi tambatan untuk mobilnya untuk rumahnya berkumpul sentosa semua remaja belajar bersama   aku duduk di sudut rumah besar itu sebelah kiri pintu depan menghadap piano jemari bermain … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Satu Persatu Pergi….

senyap hilang satu persatu pergi teman sahabat kerabat mengapa kalian begitu cepat menuju dunia indah yang lain sementara aku masih di sini… menggenggam sejuta kenangan begitu sangat kehilangan   satu persatu pergi meninggalkanku suatu saat kalian yang lain akan melihat aku pergi… dalam  hening…. entah kapan sekehendak Sang Rabb si raja penentuan….

Categories: Puisi | Leave a comment

Marta Hampir Selalu Membawaku ke Gereja Tiap Minggu

(tulisan ini sudah dimuat di buku CELOTEHAN LINDA , penerbit Kaki Langit Kencana – cetakan ke 3 , ada di toko buku Gramedia seluruh Indonesia)   Kemarin malam aku menangis sesunggukkan. Ada Marta dalam mimpiku. Dia memakai gaun putih bersih. Ada pita kecil di bagian dada. Sepatunya juga putih. Wanita Ambon berhidung mancung berambut ikal … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | 1 Comment

Ada Bekas Lipstik di Sudut Bibir B.J.Habibie…!

    BJ Habibie dan Ainun Habibie/Admin (Kompas/Totok Wijaya)     Suatu saat BJ Habibie beracara di Istana ketika zaman Suharto di pagi hari.  Keluar dari pintu mobil, Habibie yang masih Menteri Ristek dan Ketua BPPT itu seringkali menyalami wartawan dengan senyum ramah. Saya memperhatikan, di ujung bibir menuju pipi ada guratan lipstik merah. “Kok … Continue reading »

Categories: sosok | 1 Comment

Renungan Kejadian 25 Desember

Teringat kejadian di hari NATAL beberapa tahun lalu. Seorang suami ingin menyenangkan hati keluarga sang istri yang masih merayakan hari Natal. Meski ia adalah muslim dan istrinya menjadi mualaf, tapi penghormatan tetap dilakukan. Maka direncanakan tgl 25 Desember mengundang keluarga pihak istri, bahkan keluarga pihak suami lengkap pula diundang. Ini bukan perayaan Natal tapi silaturahmi … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | 4 Comments

Di Telapak Tanganmu

keringat membulat pertanda lelah di telapak tanganmu yang penuh beban obligasi segala urusan semua lenyap tak terasa berat karena semua bertumpu pada jemariku…. dan tak ‘kan kulepas lagi…..

Categories: Puisi | Leave a comment

Malam Natal yang Terlupakan

seorang perempuan yang papa lusuh tak berdaya tak paham lagi dunia tak ingat lagi agamanya karena godam memukul hidupnya berulang kali terbawa derita   air mata bagai kaca bening namun perih menusuk tajam maka muncullah suara lonceng gereja merebak dari sudut kota penuh kemeriahan pesta di rumah-rumah sentosa   perempuan itu berpikir keras kapan terakhir … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment