browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: January 2013

Suami ‘Berkonspirasi’ , Selagi Bini Bunting…

apakah mau tahu arti konspirasi yang sesungguhnya…?   di rumah ada bini bunting menunggu sampai  larut malam konclang kancling suami asyik tujuh keliling berkonspirasi soal daging bersama si legit  rasa garing   sembunyi-sembunyi bagai maling demi kesenangan depan samping sembari kocek pribadi bertambah sering untuk masuk ke dalam rekening tanpa ada rasa eling….    

Categories: Puisi | Leave a comment

Konspirasi

bila urusan korupsi melambai-lambai dari pantai asri melalui pohon kelapa  menjulang  amat tinggi… maka mudahlah orang unjuk gigi berkata, ah itu konspirasi   bila urusan korupsi disembunyikan di dalam lemari bagai aroma terasi tak sulit untuk dicari akhirnya faktapun tertemui.. aaaah… jawabnya toh gampang sekali.. temuan itu hanya konspirasi   bila urusan malu sudah kerap … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Daging (lagi) …!

      daging masuk ke dalam daging….. daging haram dari rejeki haram masuk ke daging mulut meluncur ke daging tenggorokan bergulir ke daging perut yang besar dan semakin besar dan terus membesaaaaaaarrrr…., dan …. daging-daging lain dari tubuh lain yang serumpun perkawanannya segera sibuk mengatakan daging haram dari rejeki haram itu tidak masuk ke … Continue reading »

Categories: Puisi, Uncategorized | 1 Comment

Berkibarlah Benderamu….

berkibarlah benderamu… berkata dengan lantang mencuat bagai  raja burung di angkasa sebagai makhluk  bebas dari korupsi…   berkibarlah benderamu perkasa suci  bagai elok laku dewa lagi-lagi  gempita proklamasi jauuuuh… bebas dari korupsi   berkibarlah benderamu atas lambang kekuatan iman simbol ketaatan pada kejujuran lebar ternyata simbol hanyalah simbol yang masih bisa ditusir diakali divermak bagai … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Daging !!

ketimbang sayur mayur daging memang lebih bergengsi menandakan kemapanan suguhan penganan di atas meja makan   daging masakan eropa lembut  gurih nyaman dikunyah penuh perasaan mengalir masuk tenggorokan   daging rasa amerika berlumur saus keju jauh dari nestapa inilah lambang kemakmuran si pemakan hidup  penuh aroma sentosa   daging kobe  jepang bagai kapas dengan harga … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Wanda

kamu cantik saat berdiri di  balik kaca menawarkan perhiasan  menyala pada pameran terkemuka aku terkesima   senyummu lembut sinar mata ramah kutatap tajam tampak hatimu baik terpancar sekilas bagai sinar perhiasan di balik kotak kaca yang kau tawarkan… belasan tahun lalu   lalu di berbagai koran tertera namamu menggelinding seru sesuai prestasi maka yang kutahu … Continue reading »

Categories: Uncategorized | 3 Comments

Mercon oh Petasan !!

suaramu ribet tiada guna selain memecahkan telinga mercon saudaramu petasan sama saja kelakuan tak musnah dilangkah zaman   suaramu bising tiada guna membakar uang seenaknya padahal banyak pembelinya tak kuasa membeli makanan bergizi untuk anak-anaknya   mercon saudara petasan kalian sama saja menyebalkan suara mudharat mengalahkan suara azan sungguh kalian keterlaluan bilakah mercon dan saudara-saudaranya … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Saksikanlah Drama Musikal Pertama di Indonesia :Sangkuriang

  Cerita  Sang Kuriang ( yang akhirnya sering disebut dan tertulis menjadi Sangkuriang),  sudah kita kenal sejak dulu.  Seorang pemuda yang memaksakan kehendak mencintai ibu kandungnya  untuk dijadikan kekasih, adalah kisah legendaris yang turun menurun dikenang. Cerita pusaka Sunda ini adalah cerita rakyat dengan gaya tutur dari mulut ke mulut, dan setelah berlama-lama dilanjutkan dengan … Continue reading »

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sekedar Bertanya…..

Di negeri yang mayoritas muslim ini, semakin banyak orang-orang yang ikuti pengajian, semakin sering ceramah agama tampil di berbagai media elektronik…., para ustad pun semakin bertumbuh kembang di mana-mana untuk bersyiar, tetapi mengapa semua itu bagai tak menyentuh orang-orang jahanam di negeri ini, yang masih saja gemar menginjak hak orang lain, tak punya malu, tidak … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | Leave a comment

Mana Keadilan di Negeri Ini…?

Tak dapatkan kita sejenak menundukkan kepala, atas ketidakadilan yang menyeruak di negeri ini…? Seorang ibu membonceng anaknya dengan motor, terserempet truk besar, sang anak meninggal, si Ibu menjadi lumpuh. Pada keputusan laporan polisi, si Ibu lah yang harus menjadi pesakitan, dia menjadi tersangka dan siap dibawa ke meja pengadilan. Sang sopir truk hebat itu hanya … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | 5 Comments