browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Kami Buta Mata, Kamu Buta Hati

Posted by on February 23, 2013

kami memang tak mampu

melihat bentuk

menatap langit

memandang gunung

melirik laut

seisi dunia..

sebab kami buta mata

gelap

hening

buram

 

kamu bisa melihat

segala jagad raya

warna hitam

putih maupun merah

menyaksikan  gulungan ombak

melihat butiran embun

batik indah

bentuk sepatu

bahkan gambar pada lembarang uang

 

kami memang buta mata

gelap kami ciptakan menjadi menyala

benderang indah karena kuasa iman

bertaburan pada sekujur tubuh

tatkala semangat berkobar berulang-ulang

melengkapi hidup dengan riang

kami senantiasa berkarya

dengan hati

dengan penuh kasih

dan tekad selalu mandiri

jujur..

tanpa sebutirpun niat korupsi

serta hal hina lain yang Tuhan tak sukai..

 

Kamu tak buta mata

tapi kamu buta hati

melihat bagai tak melihat

kejujuran menjadi gelap

dibutakan oleh nafsu

emosi

harta meruah

tanpa harus mengerti lagi

meski dengan cara korupsi

kami tak tahu seperti apa

rumah mewah luas merona

namun dirubungi prasangka  si empunya pencuri

dari uang catutan hak rakyat rumah dibeli…

emas dibeli

mobil dibeli

aaaah… seperti apa ujud segala materi…

kami tak kuasa melihat hari demi hari

buta mata menciptakan dunia lain tiada terperi…

 

kamu hai si buta hati

tak pernah terbuka untuk mawas diri

kesalahan besar tak ingin diakui

bahkan begitu besar congkak berpeti-peti

karena yang salah dibenarkan

yang benar disalahkan…

 

lalu datang berbondong-bondong  kamu si buta hati

yang lain lagi

bandit-bandit pemberi semangat

bagi bandit lain yang nyata-nyata memang pencuri

hatimu  musnah tak bersisa sama sekali..

padahal Tuhan melimpahkan anugerah mata bagimu

untuk seksama  melihat seluruh kejadian bumi

 

kami buta mata

tak melihat

tapi kami mampu meraba

merasakan  angin berbisik

penuh pepatah kejujuran

bahwa hidup hanya sekali

harta  mudharat  sungguh tiada bermakna

apalagi dalam keadaan manusia sekarat

maka kami tetap berada di sini

dalam gelap yang begitu indah

jauh dari kata pencuri

jauh dari cerita jeruji besi

terima kasih Tuhan..

Engkau berikan  berkah sejati

kami buta  mata

tapi tak seperti  kamu hai si buta hati…

manusia tak berderajat sampai  mati nanti……..

Bagikan Posting ini di:

One Response to Kami Buta Mata, Kamu Buta Hati

  1. Jubah Murah

    Baru kejap tadi saya jumpa tulisan yg sama … awak ada lebih dari satu blog
    ke ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>