browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: February 2013

Bapak Menteri Urusan Sapi??

Bapak menteri  kini  mungkin  tak nyaman lagi Dag dig dug  hatinya pasti…. karena beberapa saksi akan bernyanyi sepuas hati memberikan banyak bukti gara-gara urusan sapi? Oh … Bapak menteri urusan sapi… apabila benar nyata-nyata korupsi sumpah saat pelantikan  atas nama kitab suci…. bagai tiada arti !

Categories: Puisi | 1 Comment

Ngabur !

kamu takut lalu ngabur mewabah pencekalan esok hari ini bocoran datang apa yang tak dapat dilakukan di negeri berantah tak jelas ini…   kamu ngabur itu hakmu tapi akankah meniru tante yang toh akhirnya terbenam sendiri kembali ke negeri ini.. sia-sia sekali karena kangen tak terobati di tempat sembunyi… tak ada  sambel terasi… maupun jajanan … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Saya Kembalikan Uang Hasil Maling

tolong dong ka peka bila saya kembalikan uang hasil maling akankah saya tetap menjadi tahanan yang dipajang-pajang?   saya benci kamu hai jubir berkata kembalian itu semua tak menggugurkan tuntutan segala tindak pidana kamu memang jahanan mempermalukan saya yang  terbiasa petentengan gede kepala  keluar masuk istana dengan bebasnya….   tolonglah ka pe ka saya kembalikan … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Di manakah Dikau, Para Penguasa Dekat Bekasi…?!

kalian pikir tanah yang lekat di rumah kami dari  air tinja di ujung kali adalah mentega roti?   apakah kalian kira kasur yang sudah melayang remuk bagai kapas terburai bisa dengan mudah kami beli lagi   apakah kalian tak melihat berita televisi sehari-hari kami terendam tiada  bernyali tanpa pertolongan berarti dari penguasa  dekat Bekasi….?   … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Banjir Dekat Bekasi

air bah melayang ke ujung atap ngeri nestapa   tiada waktu berlari semua habis punah dekat Bekasi dilanda pedih…. luar biasa   air mata mengalir penuh duka bukan saja karena lenyapnya harta namun  tatkala menengok ke sebelah… gubernur baru yang punya hati muncul dengan gerobak bergerak menuju air busuk membuat hati semakin pedih.. karena tak … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Miranda

miranda lahir bibir mungil jemari lentik kecil mata berbinar rambut ikal   miranda lahir senyum di kulum perempuan cilik cerdas indah baik hati kelak menjelma menjadi kebanggaan ayah bunda   selamat datang miranda… harum kehidupan awal semerbak semilir menuju dirimu yang elok menuju sempurna… langkahkan kakimu sesuci dewata…. demi nama baik dirimu ayah bunda keluarga…. … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Anas Sakit ?

Anas sakit? sakit apa sakit selesma uhuk .. uhuk karena debu menyeruduk Anas batuk   Anas sakit? sakit paru sakit panu sakit tak tahu apa karena belagu menantang monas di ujung dagu   Anas sakit? semoga cepat sembuh agar jangan ada rekayasa terenyuh karangan cerita penuh peluh yang hasilnya nanti tidak puguh   Anas sakit? … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Kuberkata Kepada Awan : “Orang Itu Menyulitkan!”

tak ada yang bisa kulakukan kecuali tertegun dari balik kaca pesawat kapas bergulung putih.. ah.. indahnya kamu, awan… kapas murni tiada cacat tanpa noda tanpa kemelut.. sungguh berbeda dengan kehidupan…   tak ada yang bisa kulakukan kecuali termenung kepadamu awan di luar sana biru putih menumpuk cantik ragaku ada di sana pedihku juga was-wasku apalagi.. … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Ngobrol Sama Banjir

Jir,  hari ini kamu muncul lagi.  Sejalanan macet.  Segala lebaran panjangan  jalanan macet. Ribuan kendaraan macet. Duh,  Jir … banjir… teganya kamu datang lagi.  Hari ini bukankah cukup seru dengan demo buruh di Bunderan Hotel Indonesia?  Saya sengaja tidak lewat sana, karena takut buruh menghadang. Tahu-tahu pulangnya saya lewat situ, demo sudah surut, banjir malah … Continue reading »

Categories: Cerpen (Fiksi) | 3 Comments

Si Tante

ketika dulu aku datang menuju ruang kerjamu heranku mengembang kamu begitu kecil namun ruangan besar sekali kursi-kursi  singgasana besar gagah melebar   aku datang dengan bekal cerita orang ini begitu bergaya punya perempuan di mana-mana maunya yang semok ukuran raksasa akupun tergelak penuh tawa   setelah berulang datang untuk urusan pekerjaan lalu aku bertanya mengapa … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment