browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Bu Polisi Enggan Bertanya

Posted by on March 21, 2013

bu polisi enggan bertanya

kapan datang sang suami

kapan berdinas lagi…

 

bu polisi enggan bertanya

ada berapa bini sang suami

karena hanya pulang sesekali

 

bu polisi enggan bertanya

kerja apa sesungguhnya sang suami

betulan jadi polisi

atau garong di negeri sendiri…

 

bu polisi enggan bertanya

dari mana semua kemewahan ini

bagai air terjun menuju ke kali

semakin keruh tiada terperi

 

diam mulut jauh lebih berseri

karena belanja takut dikurangi

tak bisa lagi bawa uang  puluhan  peti

untuk urusan cuci-cuci

cuci uang pakai sabun wangi

harum semerbak melati

bunga yang sama bila  sampai dikubur nanti…

duh, lubang tak muat dipenuhi sertifikat rumah asli

yang jumlahnya seribu biji…

 

bu polisi enggan bertanya

di balik kerudung rapat menutup kepala

ada ular berbisa

yang menyimpan timbunan rahasia

urusan copet uang negara

kini siap ditelanjangi oleh Ka Pe Ka…..

 

Bagikan Posting ini di:

5 Responses to Bu Polisi Enggan Bertanya

  1. berthy b r

    hmmm… kita makin sadar bahwa berbicara sangat lantang adalah keharusan, dan karikatur yang VULGAR sama harusnya. Hari ini saya pake kartun mas GMS untuk ilustrasi coretan saya di kompasian…. tentu dengan mencantumkan nama GMS.

    Thanks mbak Lin….

  2. Ariati Soedjana

    bu polisi enggan bertanya
    di balik kerudung rapat menutup kepala
    ada ular berbisa

    urusan copet uang negara
    ————————————-
    Bu Linda, ungkapan di atas memang nyata & benar adanya. Sbg perempuan yg berjilbab, saya sangat prihatin, sedih, malu, & geram. Mengapa sekarang marak perempuan berkerudung yg aktif korupsi? Mungkinkah karena terlalu banyak asupan haram yg mereka konsumsi sehingga jadi tidak berhati nurani? A’dzubiLLAHi min dzalika.

    • Linda Djalil

      @Ariati Soedjana : Saya juga sedih…. melihat banyak perempuan ‘jahanam’ yang bertopeng dengan jilbabnya. Tidak tahu malu mengenakan busana mulia itu untuk menutupi ketidakbecusan perilakunya. Kasihan untuk kaum perempuan yang sungguh-sungguh ingin berjilbab dengan hati jernih….
      Salam,

  3. GM Sudarta

    Mebaca puisi ini semakin aku merasa bahwa selama ini apa yang kerjakan sebgai kartunis kok sia2 sperti Don Quishot melawan kincir angin. berapa ratus kartun tentang korupsi ternaya tak mengubah apa2. Termasuk kartun Oom Pasikom untuk tagl 23 Maret ini tentang DS, Kompas enggan memuat. Spesila untuk yunda akan saya share ke fb yunda.Padahal lebih merupakan humor semata.
    .

    • Linda Djalil

      GM Sudarta : Perih memang ! Seakan menggarami air laut. Sindiran, himbauan, bahkan memohon sekalipun kepada makhluk jahanam memang bagai tak akan ada gunanya. Hati mereka sudah berbatu tajam. Menusuk ke mana-mana. Tapi apa yang kita suarakan, InsyaAllah tetap menjadi pengamatan Tuhan….. dan belum tentu juga sia-sia…

      Karikaturmu sungguh mempesona, Mas GM Sudarta ! KOMPAS mungkin punya ”kengerian” untuk memuatnya….. duh .. !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>