browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Apa yang Bisa Kita Lakukan Sebelum Pembantu Mudik?

Posted by on August 6, 2013

 

Sudah terbayang repotnya bila si Inem atau si Iyo tak ada di rumah kita. Mereka plesir mudik lebaran dengan gembira,  majikan manyun menghadapi  suasana di rumahnya.  Yang lebih bingung adalah para majikan khususnya ibu-ibu yang amat jarang  mengetahui situasi rumahnya sendiri.  Jarang turun ke dapur, tidak pernah membereskan rumah, dan tak pernah mengerti di mana diletakkan baju-baju bersih dan kotor yang biasa ditempatkan.

 

Untuk para wanita (khususnya yang lebih sering kelayapan di luar dan jarang ke dapur), mulailah memeriksa isi lemari es Anda.  Mana yang perlu, mana yang tidak, silakan disortir dan dipisah-pisah.  Segera beli bawang merah yang banyak,  suruh pembantu iris.  Sediakan kantong kecil-kecil  ukuran es plastik/ es mambo. dan masukkan irisan bawang merah dengan ukuran secukupnya untuk sekali memasak.  Simpan di freezer. Tiap akan menumis kangkung, misalnya, bawang tinggal diambil perkantong.  Bila memasak rendang atau daging belado, juga jangan dijadikan di satu kotak.  Pisahkan beberapa potong tiap plastik, sehingga kalau ingin dimakan tentu tidak harus semua dipanaskan dan bisa secukupnya sesuai yang sudah dibagi di kantong.  Ayam yang sudah dibumbui juga bisa disimpan di freezer tanpa harus menyatukannya sekaligus di kotak yang sama.  Ayam yang masih polos juga sebaiknya sudah dipotong-potong sesuai bagian paha, sayap, dada.  Untuk memasaknya, tidak perlu keluar enerji untuk memotongnya dulu lagi.

 

Tengoklah dapur. Banyak wanita rajin bergincu, tubuh wangi selalu dan dandanan muka yang rapi berseri, namun bila kita tengok dapurnya…. ya ampuuuun… pantat wajan dan teflon belang bonteng hitam dekil, di atas lemari es penuh debu, pisau sudah gompel-gompel, telenan kayu juga sudah tidak karuan lagi, panci penyok-penyok dan sendok / sodet memasak sering pula sudah bocel patah.  Nah, sudah saatnya semua disortir, disikat, dibetul-betulkan.  Untuk melakukan masak sendiri di dapur dengan peralatan semacam itu tentu tidak nyaman. Suruhlah pembantu menyikat bersih semuanya sebelum mereka pulang. Juga bak cuci piring yang kadangkala tak disadari,  sudah dekil  karena tidak disikat setiap hari seusai dipakai.

Pergilah ke bagian belakang.  Banyak romel? Kaleng, kardus,  pengki, segala macam yang seharusnya sudah tak layak pakai dan masih disimpan bertumpuk-tumpuk, tentu memusingkan kepala.  Majikan yang terlalu cuek tak pernah memeriksa sampai ke bagian belakang. Ketika pembantu sudah pulang, barulah disadari bahwa semua begitu berantakan dan bagai tumpukan sampah yang tiada guna.  Segeralah sortir dan buang tanpa berpikir dua kali.

 

Lalu buka lemari berisi botol-botol kecap, botol sambal, botol minyak dan bumbu dapur.  Terkejut?  Tentu saja. Tanpa pengawasan yang berarti, pembantu seringkali asal saja menyimpan berbagai botol itu tanpa dilap kembali. Mulut botol kecap seringkali belepotan tanpa dibersihkan dan lengket berhari-hari.  Tempat minyak goreng pun begitu pula.  Sama belepotannya. Lakukanlah pembersihan dengan teliti, suruh saja pembantu ikut membasuh semua itu dengan gelontoran air.Yang tak kalah penting adalah pisau.  Apakah selama ini majikan tahu beda pisau pemotong sayur, pemotong bawang, buah dan daging?  Untuk pisau pemotong bawang mutlak dipisahkan dan dibedakan warnanya, tidak dicampur  untuk memotong yang lain. Bawang merah bawang putih berbau nyureng. Jangan biasakan mencampuradukkan dengan memotong timun dan sayuran lain, apalagi buah.  Jangan-jangan pula si nyonya tak pernah tahu yang sudah dipisahkan oleh pembantu mereka.

 

Di mana tempat gula kopi teh,  kita?  Sudahkah teratur dan tidak berantakan?  Tidakkah tempat gula mudah terserang semut?  Lalu susu cair, susu bubuk, maupun minuman botol, selama ini berada di mana?  Mumpung masih ada pembantu, suruh mereka rapikan sesuai tempat masing-masing.  Tak kalah penting adalah mengetahui di mana mereka selalu menyimpan berbagai jenis lap?  Lap piring  gelas bersih, lap untuk kompor, lap untuk melicinkan kembali tegel di dapur, maupun lap untuk meja-meja dan kursi di ruang tamu ruang keluarga?  Jangan-jangan si nyonya rumah selama ini tak pernah tahu bahwa semua lap dijadikan satu kegunaannya oleh sang pembantu.  Dan, kain pel yang mana yang biasa digunakan untuk di dalam rumah,  dan yang untuk lantai dapur?  Apakah semua sama? Ah.., yang bener aje !

Kamar mandi kita, selama ini apa kabar…?  Wastafel pencuci tangan, kaca-kaca, WC, bak mandi atau gagang  shower/ air pancuran,  tiap hari dibersihkan pakai peralatan apa?  Tentu bagi yang tak pernah turun ‘ke bumi’ sendiri,  akan bingung membedakan lap untuk bak pencuci tangan, dan lap untuk bagian ‘pantat’  WC yang diduduki.

Tempat tidur kita, tidakkah tiap minggu diganti kain sepreinya? Dan kolong tempat tidur, si Inem menyapu atau mengepelnya pakai apa ya? Selimut yang wangi, sarung bantal yang bersih setiap saat, tentu akan membuat kenyamanan ekstra bagi ‘ si penidur ‘  yang menempatinya.  Juga koleksi sepatu yang tanpa disadari menjadi sarang debu, mumpung masih ada pembantu, bisa dilap satu persatu. Oya, rumput di halaman rumah juga segera cukur necis, potongan daun kering yang bercokol, tanah yang kering terlupakan disiram, sampai  bak sampah di luar rumah ada baiknya disikat bersih tanpa kecuali.

Keadaan tidak akan sedemikian ruwet apabila selama ini nyonya rumah tahu persis keadaan di rumahnya.  Dari ruang pembantu di belakang, sampai dapur, tempat jemur pakaian, isi laci sendok garpu, tempat bumbu, kotak-kotak penyimpan makanan, lemari es, sampai  isi lemari pakaian.  Aturan yang sudah diterapkan sehari-hari kepada ‘para kuwaranya’,  sesekali diteruskan, diterapkan pada diri sendiri.  Ada maupun tak ada pembantu, sistem sudah berjalan, kerapihan tinggal bagaimana si pelaku melakukannya.  Nah, selamat bebersih-bersih, beberes-beres, mumpung mereka masih ada satu dua hari ini.  Dan mulai pasang mata seteliti-telitinya, bagi majikan yang selama ini ‘cuek bebek’  pada kebersihan rumahnya sendiri.  Bisa dibayangkan,  untuk ibu rumah tangga yang kurang atensi kepada rumahnya ,  saat  ada pembantu saja rumah kerapkali berantakan dan jorok, bagaimana kalau mereka mudik ya?Waaaaaah…!!

Bagikan Posting ini di:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>