browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Saat Tanah Menyapa Mayat

Posted by on August 13, 2013

kedukan cangkul

bergemelutuk

meraup tanah merah

terlempar ke dalam

menyentuh kain kafan

berisi manusia

tanpa hembusan nafas

 

saat tanah menyapa mayat

gelegar petir muncul dari balik awan

bagai turut merasa geram

lalu muncul suara

hai mayat

ini hanya karena  aturan manusia

semena-mena

tanpa sortir kelayakan

kamu berada di tempat ini

makam terhormat perjuangan

ada kamu ikut-ikutan

hanya karena di tubuhmu masa lalu

menempel tanda kehormatan buatan  kroni  penguasa

bintang mahaputra !!

Bagikan Posting ini di:

2 Responses to Saat Tanah Menyapa Mayat

  1. berthy b r

    Tubuh adalah kehormatan karena membawa jiwa mulia. Jenazah adalah perpisahan terakhir dan abadi Jiwa dan tubuh.
    Semoga dalam hidup, mereka paham, KEKUASAAN tidak membawa keabadian, dan tidak ‘BERHAK’ memberi gelar PAHLAWAN yang pada kenyataannya, sekedar menyilaukan mata rakyat dari borok suatu rejim kekuasaan.
    Great, menghantar kita pada komitmen dengan keabadian kita masing2. Puasa dan mati raga adalah bagian dari cara itu. Trim Mbak Lin untuk menghantar refleksi ini….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>