browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: January 2014

Kepada Burung Kumengadu

Burung nan riang, aku mengadu kepadamu .. aku heran kenalanku sholeh tampaknya, kenyang menghirup udara pesantren masa mudanya, mencari mushola segera saat azan tiba, kelakuannya sungguh tercela, licik cerdas ruwet tertata menggunting dalam lipatan terhadap guru terhormatnya, mata berbinar menatap harta, segala janji gemar dilanggarnya berlindung di balik adiluhung sastra, namun bernyali secilik semut, semut … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Burung Terbang Malam

burung terbang malam siapa bilang tak punya taring burung terbang malam bersiap menggigit manusia kelam yang tak pernah mau mendengar keluhan para jelata bahkan acapkali mengejek jagad raya… memerihkan hati sesama… besar kepala serendah-rendahnya menganggap semua manusia ya.. ya.. puaskanlah waktumu hanya tinggal sekian bulan lagi kemudian urusan persidangan akan menghabiskan sisa hidupmu … hidupmu … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Saya di Sini, Bu…

ibu mencari saya? dengan geram tiada alasan yang masuk di akal waras apa salah saya bu? mencari untuk bertemu atau mencari untuk menyemprot atau bertemu karena iri atau bertemu karena penasaran.. ibu mencari saya? saya ada di sini bu… dengan penuh cinta melebarkan payung di atas kepala suami tercinta tatkala ia meninjau nestapa karena banjir … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , | 4 Comments

Banjir !

dedaunan di pucuk pohon tertawa ia adalah saksi nontoni drama negeri berhari-hari… menahun entah hingga kapan banjir ! air bah melimpah asinnya air laut pun makin terasa meluap seru kali beraroma congor binatang menyerbu rumah mewah hingga milik kaum hina papa banjir ! banjir buku ! menampilkan keangkuhan lewat buku pada waktu yang tak tepat … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | 1 Comment

Tustel, Jujurlah!! Usiamu dari 1976?

namamu tustel gendut besar lensa bisa dimajumundurkan menangkap segala obyek dengan megah mulia namamu tustel kata orang jadul sebab gini hari orang akan menyebutmu kamera namamu tustel coba kamu jujurlah buka mulut dengan gagah bila kamu sudah berada di sana dipelukan si empunyamu sejak tahun 1976 tentu di tubuhmu masih melekat rol film bukan? bukan … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , | 5 Comments

Tustel

klik jepret pret klik sreeeeeeet.. itulah suaramu hai tustel yang dipanggul oleh manusia hebat itu tak kenal saran tak kenal kritik tak kenal tempat tak kenal waktu tak kenal etika tustel namamu banyak sudah tak tahu barang apa yang namanya tustel itu tustel itu adalah kamera, tauk? PAHAM…??!!

Categories: Puisi | Leave a comment

Mengapa Tuan dan Nyonya Panik?

kepala senut-senut jantung berdebar jemari gemetar dengkul lemas telinga panas duh betapa tak sedapnya bila sekujur tubuh terserang oleh penyakit jiwa tak berkesudahan karena badai menghantam banjir melanda yang tak berbentuk angin tak pula berbentuk air bah namun saran kritik rasa kesal dari penjuru bumi akibat kebodohan yang tak terkendalikan akibat dari emosi yang tak … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Aku Kehilangan Kamu,Kamu,dan Kamu

malam sepi detak jarum jam menggema di ruang hening di lorong hati senyap rindu meraba sekujur helai rambut pedih ! aku kehilangan kamu kamu dan kamu sahabat indah tiga lelaki tangguh cerdas gelora kocak ke segala arah kalian tentu sudah berubah menjadi belulang lebur di dalam tanah namun segala pelajaran melekat pada pikiran sehatku melekat … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Suatu Hari di Ruang Operasi

Dita berada di kursi roda. Masuk pintu pertama, kedua, ketiga. Suster berderet di ruang dingin itu. Tempat tidur besi keren berselimut putih wangi menjadi tempat rebahan. Ia dipindahkan ke tempat itu. Lagi-lagi ia memandang para petugas di ruangan itu. Kalau lelaki, namanya apa ya?- ujar Dita dalam hati. Masa’ suster juga? Hihihihii..!! Perawat lelaki? Mereka … Continue reading »

Categories: Cerpen (Fiksi) | 2 Comments

Kesehatan

kesehatan itu penting bernilai lebih dari segala kesehatan adalah kuasa Tuhan yang hambaNYA mohon selalu untuk anugerah ini.. kesehatan terpelihara bila hati juga terpelihara namun bisa saja penyakit muncul bagai maling tiba-tiba.. Tuhan Maha Pengasih senantiasa mengabulkan doa yang serba baik doa orang minta sehat.. optimis menjadi sehat…

Categories: Puisi | Leave a comment