browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: February 2014

Tatkala Aku Kagum Padamu Sejak Dulu

PADA SEBUAH KAPAL muncul HIROKO merenung di tengah untaian angin deras ditemani SRI… menggapai rasa hati yang sama.. hampa.. di tengah kegigihan makna kehidupan lalu muncul cinta serta rindu menggebu tak berujung tatkala aku kagum padamu sejak dulu ada nama SEKAYU di sela-sela KUNCUP BERSERI.. menuju panjangnya jalan kawasan KEMAYORAN yang bukan bagian LORONG DI … Continue reading »

Categories: Puisi | 3 Comments

Betapa Tololnya Kau, Risma !

tembok itu berlumur darah jangan mendekat panci itu hitam pantatnya jangan disentuh kocek itu berlumur belatung jangan dirogoh Risma… engkau gemerlap berkedip penuh pesona kiri kananmu penuh kubangan bila Tuhan berkata lain maka jadikanlah ciptaan karyamu untuk yang lain betapa tololnya kau, Risma berada di antara manusia tiada arti sementara rautmu menohok kejujuran mendalam tak … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Saat Ulang Tahun Anakku

jarum jam bergerak pukul duabelas malam inilah hari baru duapuluh empat februari saat bertambah usia anakku senyap… malam berdesis mengucap selamat diiringi angin pelan sisa hujan saat ulang tahun anakku mata ini terpejam menangkap segumpal kenangan panjang bayi cakep muncul menggelar kebanggaan menatap tajam hidung bangir berjari lentur suara azan menyusup ke telinga inilah awal … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Kami Adalah OPEK

mengapa kecap rasa ini meski sudah jauh badan pergi masih terasa sari lama tauto pekalongan berbumbu segala rupa begitu lezat citarasa khas.. mana mungkin bisa dilupa… mengapa meski telah di ujung kota jauuuuh… jauh dari semilir angin pantai Boom jauh dari terik jauh dari aroma malam wangi lilin batik bertebaran tetap saja kami berada di … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Kamu Kini Ada di Sana

di gundukan tanah basah si jelita dibenam dengan iringan doa mendesis dari segala mulut para sahabat yang mencintaimu lembut hati yang terpatri menggelegar mulia ke mana-mana kamu lama tertidur sebelumnya pembaringan yang nyaman bagi kamu yang selalu membuat orang lain nyaman ketabahan yang sungguh luar biasa bagimu semua adalah hadiah… di gundukan tanah basah kamu … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Hai Kamu, Si Jubah Hitam !

keringatmu yang mengucur tak sebanding dengan keringat rakyat yang kau peras betapa jelaga telah menutupi hati telinga dan matamu selama ini… sembari jubah hitam dalam keseharianmu menutupi seluruh kekejamanmu terhadap rakyat….. gelora nafsu harta tak terbendung kuasa merengkuh dunia masa depan orang lain serasa pada telapak kakimu sungguh berduri sangat hidupmu, hai jubah hitam…. tinggal … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Suaramu di Telefon Genggam…

telefon genggam di genggaman telefon tidak telefon tidak iya tidak iya jangan.. akhirnya toh tersambungkan suara renyah di seberang masih seperti yang dulu lalu kuucapkan selamat pertambahan usia bergerak cepat suara kami pun bersambungan cair.. memecah kekakuan serta cerita lama… yang nyaris sulit berkesudahan selamat ulang tahun sayangku masa lalu di seberang menjawab pula dengan … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Wawan Sang Kolektor Mobil

indahnya garasimu, Wan! penuh kecantikan tiada tara mobil berderetan puluh-puluhan segala rupa segala warna bagai pelangi berpamer di cakrawala serupa warna lipstik segala perempuan yang ada dalam catatanmu berderetan Wawan sang kolektor mobil kau punya segalanya dari dua pintu sampai enam pintu juga kepala mobil yang berpintu menari-nari di kepala maling berkedok cendekiawan cerah meriah … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Keok!

siapapun, sekuat sesehat apapun, manusia bisa saja sakit bicaralah pada kasur bantal dan selimut tatkala perawatan sapalah jarum infus serta tempat tidur besi rumah sakit minta mereka ingatkan, adakah selama sehat acapkali berbuat jahanam… melontar fitnah keji, mencaci perempuan yang bekerja baik-baik mengejar rizki dikatakan pelacur simpanan pejabat negeri nyinyir bagai banci menuduh sana-sini bahkan … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Sekantong Roti untukmu, Paman

kasih mesramu masa silam mana bisa kulupa sejengkal saja manakala aku tak punya uang jajan kau siap merogoh kocek yang hanya terbatas isinya bila kuingin menunggangi skutermu berputar keliling Jakarta melewati rumah teman sekelas yang kutaksir diam-diam maka kau akan berupaya mencari dana untuk membeli bensin sebagai minuman kendaraan itu lalu kita jalan-jalan boncengan saat … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment