browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Daily Archives: February 17, 2014

Sekantong Roti untukmu, Paman

kasih mesramu masa silam mana bisa kulupa sejengkal saja manakala aku tak punya uang jajan kau siap merogoh kocek yang hanya terbatas isinya bila kuingin menunggangi skutermu berputar keliling Jakarta melewati rumah teman sekelas yang kutaksir diam-diam maka kau akan berupaya mencari dana untuk membeli bensin sebagai minuman kendaraan itu lalu kita jalan-jalan boncengan saat … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Mengapa Perempuan Itu Selalu Ikut-ikutan?

mengapa perempuan itu selalu ikut-ikutan ujar seorang nenek tua di depan layar kaca tatkala melihat ibu ratu keluar dari kereta meninjau korban gunung meletus hebat perkasa mengapa perempuan itu selalu ikut-ikutan geram sang nenek lagi penuh sengit melotot sinis tak suka melihat adegan yang dianggapnya di luar kepatutan mengapa perempuan itu selalu ikut-ikutan mendompleng popularitas … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Binatang Membunuh Binatang

nestapa pandangan kuyu meraba dunia kota di ujung pulau terik menjadi hunian sehat aman tenang tanpa hantu menggoda itu dirasa jauh sebelum ada niatan sejahat drakula kalian binatang bernafas memiliki hak yang sama dengan manusia hak hidup hak mencicipi pengananan layak hak dikasihi bahkan menjadi tontonan… kami hanya bisa geleng kepala tatkala muncul binatang lain … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment