Di Dalam Cangkir Kopi Kulihat Kalian

kopi hitam
berganti tak begitu kelam
susu tumpah
hanya tiga tetes
warna berubah

mengapa kopiku tetap hitam
ke mana susu tadi
pekat..
gelap..
susu menghilang

lalu kulihat kalian
terbahak-bahak
menyembunyikan busa susu
sebanyak-banyaknya
dasar kalian memang tukang copet
penggarong ulung…
pendusta wahid

di dalam cangkir kopi
kulihat kalian
yang satu selalu berkaca
membetulkan letak rambutnya
sembari ia berkata
cermin-cermin di didinding
bukankah aku orang paling ganteng
di hamparan negeri ini
hingga semua obsesi
mengeduk para remaja putri
bisa sukses tiada terperi?
lalu dengan bedil kumenari
berlagak mencari pembunuh misteri
agar tampak hebatlah diriku ini..

di dalam cangkir kopi
kulihat kalian
dan yang satu ini
sibuk mengarang lagu terkini
tentang lautan fitnah
tentang korban bencana
yang dianggap tak menuruti nasihatnya
tentang segala puji
bagi anak buah yang lari
dari urusan pangan sehari-hari

di dalam cangkir kopi
kulihat kalian
perempuan sibuk berdandan
kepala penuh huruf merek perancis
kutang buatan inggris
sepatu hasil beli di venis
berlian belanda kinclong sebesar belibis
semua dibeli dari hasil rampok sadis
tak peduli rakyat sengsara meringis
masa bodoh si miskin menangis..

di dalam cangkir kopi
kulihat kalian…
si penjilat
si buruk rupa
si busuk hati…
semua campur aduk
masih tertawa lebar menggema
membawa karung berisi duit
berisi kekuasaan
berisi akal-akalan
berisi pencitraan

sendok kopi tak berdaya
mengaduk kiri kanan tiada hasil
susu tetap menghilang
hanya gelap yang tersisa
tawa kalian tetap menyala
di dalam cangkir kopi
yang akan kembali kupanaskan
sepanas-panasnya
agar para keparat yang ada di dalamnya
bagai berada di panas neraka…
karena sepatutnya kalian tak pantas hidup
bila hanya kebohongan senantiasa
yang diumbar kejam kepada rakyatnya…