browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Surat Itu…

Posted by on April 14, 2014

surat itu datangnya terlambat

saat asmara sudah dibuang lewat pintu asrama

jauh menuju samudra

terbang ke  negara tetangga

 

surat itu isinya banci

menyatakan maaf karena instruksi

bagaimana bisa mengandalkan cinta sejati

bila segala keputusan  harus lewat ibu suri

 

surat itu terhempas

dalam genggaman tangan diremas

bagai mengunyah tulang belulang sebegitu keras

tiada akhir hingga si pemakan  melanjutkan hidup pun malas

 

tak  lagi berpikir tentang surat

membuat langkah kaki ringan menapak

cinta tak perlu dicari

kelak akan hadir sendiri

hingga saatnya tiba nanti…

Bagikan Posting ini di:

3 Responses to Surat Itu…

  1. APW

    Surat itu surat biasa
    Tanpa goresan semena-mena

    Surat itu bukan tanpa makna
    Hanya karena dituliskan tergesa-gesa

    Sayangnya

    Pesan itu telah sirna
    Larut dan tiada terbaca

    (Ada guratan mantra tersia-sia)

    :)

  2. syamsul bahri

    terlambat, kiranya lebih baik ….. meski itu katanya banci, tapi tentang kata hati, kejujuran dan rasa.
    dan jika alam berpihak pada cinta, engkau akan kembali……. apalagi hanya negeri tetangga.
    jadi surat itu……..eh ada betulkah surat itu???

  3. Lina Paramitha

    Cinta yang dicari akan lari bila tak cukup memberi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>