browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: June 2014

Si Bleki

Si Bleki menyalak guk..guk..guk.. nyaring sekali membelah langit menggusur tembok tebal   semua karena amarah tulang tak dapat makanan kurang minum air hujan harus menunggu   Si Bleki meraung kesal dan kejam pelurunya salah sasaran mungkin karena senjatanya tak kenal arah menembak di sana yang kena di sini pada tubuh sendiri hingga malu bermunculan akibat … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Selamat Jalan Mama Yani…

suaranya lembut jalannya tangkas otot tangan melebar menggenggam adukan panci pada tungku besar serta wajan raksasa pembuat penganan sempurna lezat….   mama Yani.. begitulah putraku sejak balita memanggilnya saat bayi diam-dia dijejali kerupuk kampung manakala aku sang ibunda meleng sejenak ah.. mama Yani nakal sekali anakku diberi penganan hasil buatannya dengan seenaknya sembari tertawa-tawa…   … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Balai Sarbini

gedung bulat dulu tempatku menari tatkala masih bernama lain.. menjadi nenek sihir putri salju meloncat sana sini menggenggam apel merah beracun lalu aktingku  semakin penuh gelora… tepuk tangan riuh di akhir cerita… ah… indahnya masa SMA.   gedung bulat.. berubah busana kian megah sejuk  di tempat yang masih bulat penuh pesona.. meliuk suara biola denting … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Air Mata di Selendang Sutra Iwan Tirta

batik hitam putih buah  karya Iwan Tirta.. selendang sutra cantik tergerai lunglai lemah.. pedih..   selendang sutra ini ada di atas kepala penuh merana tatkala ayahanda menuju lubang terakhir bertimbun tanah lembab abadi nyawa tiada selamanya..   air mata mengalir deras diusap selendang sutra Iwan Tirta kuyup memandang makam terbujur mengikuti tubuh..   seperempat abad … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Pak Kolonel yang Sekarang Jenderal Itu…

pak kolonel yang sekarang jenderal itu rongga tubuhnya terbuka mulutnya menganga congkaknya melambung kakinya tegap berpijak pada dasar bumi yang terinjak gemas.. galak.. gagah..   pak kolonel yang sekarang jenderal itu masih belum jera lolos dari satu lubang jarum masuk lagi ke lubang yang lain lalu lolos lagi hingga ia tertawa lebar congkak kembali menggema…. … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Komik Indonesia yang Seru

  Mengapa kita, anak cucu kita lebih asyik menikmati komik Korea dan yang berbau asing?  Sekarang bisa kita nikmati komik heroik nusantara yang sungguh menarik. Cerita fiksi bertumpu pada  latar belakang dan tokoh nyata ini layak dibaca. Tidak hanya oleh anak-anak dan remaja, namun juga untuk kalangan dewasa dan lanjut usia.     Komando Rajawali … Continue reading »

Categories: Media | Leave a comment

Bajaj dan Si Bajaj

melenggok ke kiri nyalip ke kanan menderukan suara semburan asap hitam duduk di kursi  hangat jidat terbentur menuju atap saat meliuk dengan tajam Bajaj oh Bajaj… kamu kini naik kelas karena orang terhormat menumpang nikmat sembari lampu kamera penuh kilat menyambar kembali aroma asap hitam menjadi mulia   Bajaj… terlintas dua bagiku kendaraan umum gesit  … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment