browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Oom Bob dan Celana Kuntungnya

Posted by on January 19, 2015

sini cantik
belanja apa
kamu kok rapi
belanja apa

begitu selalu ujarmu,
berkali-kali
dengan kata-kata yang sama

Oom Bob Sadino
yang bercelana kuntung
yang selalu saya protes
yang sering saya ejek
sembari bergurau

punya uang banyak
punya supermarket besar
beli baju kok pelit Oom…
hehe..
itulah jawabannya
sembari kadang tangannya menjulur
berpura-pura ingin mencubit

tahun lalu
saya berujar cukup lumayan getir
masih ada Oom Bob ditemani tante
gara-gara roti kesayangan saya
jam sepuluh belum ada
jam tiga sudah habis
dan tak bisa dibeli
di supermarket lain

tentu saja kamu tidak bisa beli
di tempat yang lain lagi
itu kan Oom bikin hanya untuk di sini
spesial resep canggih
agar yang beli ketagihan
begitulah Oom Bob menjawab
sembari bergurau lagi
dan tante ikut terbahak-bahak
wajah cantiknya sumringah

hampir selalu bila berjumpa
dikau selalu berkata
ibu kamu dulu teman naik motor Oom
puluhan tahun lalu
motor gede BMW zaman baheula
seru sekali
ibumu sih hebat
tidak seperti kamu…

saya melotot
geram akan ejekannya
yang kadang nyelekit di dada
berhadapan dengan orang yang tak mau kalah
dalam diskusi apa saja
apalagi kalau sudah bicara isi koran
kadang Oom Bob sok tahu
dan tidak mau surut berkata

tatkala tante tiada
supermarket terasa hampa..
Oom terhenyak lesu di pemakaman
dipapah sejadi-jadinya
membuat orang tak tega memandangnya

kini Oom Bob dan celana kuntungnya
tak juga ada
pergi menyusul sang bidadari..
ke supermarket indah yang lain
yang penuh barang indah
kebutuhan yang indah
lebih hebat dari urusan duniawi

selamat jalan Oom Bob
si celana kuntung…
maka esok dan esoknya lagi
saya akan merasakan supermarketmu yang sepi
tanpa nyawa dan atmosfirmu lagi….
di setiap sudut bertepi
dingin…
ya,
rasanya dingin sekali…

ah, tapi mengapa harus begitu
gelora jiwamu tetap menyala
bagi pemuda pemudi
di negeri ini
kekuatan cobaan hidup yang terlawankan
kegigihan kerja hingga tua
membuat segala hasil bagi Indonesia
jangan cepat menyerah hai anak muda
jangan menyerah..
bekerjalah tekun,
riang..
optimis..
tanpa keluhan

ya..ya..
suara Oom Bob bagai masih terngiang
lagi-lagi..
untuk Indonesia !!

Bagikan Posting ini di:

2 Responses to Oom Bob dan Celana Kuntungnya

  1. Khariesma Alisha Anwar

    Pertama-tama turut berdukacita dulu buat oom Sadino yang sudah meninggalkan kita semua menghadap Khaliqnya..Semoga khusnul khotimah…
    Terharu membaca catatan Linda dan kesan2 nya selama mengenal oom & tante Sadino semasa hidup mereka berdua…
    Kagum dengan catatan2 Linda yang bisa membawa hayut perasaan orang yang membacanya…
    Terimakasih Linda sudah membagi pengalaman2 nya melalui tulisan2 Linda….

Leave a Reply to Khariesma Alisha Anwar Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>