browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pasar Cikini

Posted by on March 18, 2015

Tiada bekas
tiada berkesan
Pasar Cikini penuh makna
tersambit buldozer garang
terkungkung pengembang ganas

Encik telor menangis
gudeg berpanci tak cepat habis lagi
buah terbaik punah tak lagi merekah
toko minyak wangi bagai makam sunyi

Ke mana suasana Pasar Cikini yang dulu
kriuk-kriuk kerupuk kulit
suara mesin kopi memancarkan aroma
hingga babi panggang tergantung merah
pintu putar di los daging bagai hantu
tak seperti dulu
karena tak ada lagi yang dulu

Mujair menggelepar
suara kambing mengembik nyaring
gema protes ke mana-mana
dari makhluk yang tak lagi punya kuasa

Pasar Cikini tinggal kenangan
tergerus ambisi rakus berkepanjangan
senyap…

Sebab pengunjung setiapun pergi selamanya
tak lagi Rosihan Anwar menenteng tas belanjaan
Rahmi Hatta maupun Mien Sudarpo melangkah di sana
hingga peragawati zaman bintang film berjaya
luwes berbelanja
masa lalu yang indah

Kenangan perih tiada tara
senyum hanya mengembang secuil
tatkala memandang rumah dukun patah kondang
yang sudah memiliki ambulans mewah
ah…,
perjalanan panjang membuat gerah !!

===============

(dari buku Perempuan Langit)

Bagikan Posting ini di:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>