browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Author Archives: admin

Istri yang Tertindas… Sampai Kapan…?

                                      **************************************** perempuan separuh baya menaburkan air mata di halaman koran yang tengah dibacanya ——- begitu banyak perempuan berkarya tertawa mencari nafkah dengan mudahnya kerja secara terhormat menginjak tanah di atas telapak kakinya tanpa nestapa muncul dalam berita di segala media ——— bagaimana dengan aku, pikirnya.. aku yang jalan di tempat bahkan mundur ke belakang … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Cucuku……. (untuk mbak Lies)

  ********************************************************************************** sulit terukur dengan kata hati berbunga meledak sampai gumpalan langit menjulang tiada batas ——- cucuku… kini berada di genggamanku dekapan kasih bayi merah jemari mungil bibir tipis menyimpul senyum menyambut kehidupan yang mulia indah tiada tara ——— cucuku…, betapa hari-hari demikian indah bagiku kini bagimu nanti tataplah bumi tak ada kata sekarat tak … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Saya Tetap Mendoakan Nunun…

Seorang ibu yang dicintai anak-anaknya, disayang suami, menjadi bulan-bulanan.  Tak ada yang pernah menyangka, Nunun yang sering berada pada lingkungan sosialita Jakarta, hampir tiap saat muncul di majalah mewah yang berisi segala acara direkam dengan foto-foto meriah, kini adalah buron. Oh, tidak. Dia sudah bukan buron lagi, karena setelah melanglang buana yang tak pernah kita … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup, sos/bud | Tags: , , , | 5 Comments

Nelangsa…? Perlukah ? (puisi akhir tahun untuk mbak Pipiet Senja)

mengapa kamu harus nelangsa melihat kebahagiaan pasangan tua berpelukan di pesawat udara saling menyuap saling mengingat menelan obat dengan penuh cinta ——– mungkin itu hanya kebetulan yang berhasil kamu lihat karena di ruang tunggu dokter atau pengobatan alternatif acapkali  lain yang aku tangkap pasangan sering berdebat sembari tak berani bersuara kuat saling memaki dan menghujat … Continue reading »

Categories: Puisi | 6 Comments

Air Mata Gulana Saat Natal

    mata lelaki itu menerawang jauh gemas amarah kesal luka hati begitu dalam ———- musik berisi doa seakan tak mampu menghapus luka damai di bumi apa belum pernah tiba.. karena Mesuji nestapa Bima begitu luas darah menganga ——– lelaki itu tinggal gumam tinggal diam tinggal tak paham natal yang pedih di belahan bumi sana … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | 1 Comment

Suara Itu…., dan Natal Itu….

  hai mari berhimpun dan bersukaria.. suara itu musik itu lagu itu kata-kata itu mengingatkanku pada Marta perempuan Ambon setia daging printil masakan lezatnya rendang padang berikut kentang kecilnya sabun berbusa ditabur ke seluruh tubuhku jemari hitam Malukunya mencubit lengan pahaku bibirnya bergerak bersenandung saat mataku kusut batu badaun.. batulah batangkai…   suara natal malam … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | 3 Comments

Tuhan… Engkau Menerima Kami Tanpa Perbedaan…

  gemerincing lonceng dari menara tinggi gaungnya ke seluruh desa kota.. negara… kalbu manusia ——– inilah kumpulan lilin alam benderang tiada usai menyusup menjadi iman paham doa adalah keindahan untukMU, Kekasih… ———- lonceng tiada henti bertalu menyadarkan diri Tuhan mencintai segala hal yang serba baik umat yang menjaga derajat memeluk dipeluk berhimpun kedalaman raga cantik … Continue reading »

Categories: Puisi | 6 Comments

NATAL MEMANG BUKAN UNTUKMU, JUWIK…

  Kuselonjorkan  kedua kakiku di sofa panjang menghadap meja tulis di pojok kamar yang dilengkapi foto besar  ayahanda di dinding putih seorang pahlawan sejati yang dikenang banyak orang setelah nyawanya sia-sia tewas di tangan  pengacau bangsa —————– Kutatap pohon natal di sudut sana… tanpa dedaunan lengkap dan begitu nestapa kering, gundul.. segundul kocekku duh.. memang … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | 1 Comment

Malam Natal yang Terlupakan

seorang perempuan  yang papa lusuh tak berdaya tak paham lagi dunia tak ingat lagi agamanya karena godam memukul hidupnya berulang kali terbawa derita   air mata bagai kaca bening namun perih menusuk tajam maka muncullah suara lonceng gereja merebak dari sudut kota penuh kemeriahan pesta di rumah-rumah sentosa   perempuan itu berpikir keras kapan terakhir … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | Leave a comment

Angin Menuju Sana

apakah angin sudah sampai ke daun pintu menyelinap lewat kisi bersembunyi di balik tirai sembari mengintipmu ——– apakah angin sudah berkata ada yang ingin tahu kamu sekarang sehebat apa sesedih apa sebahagia apa sekecewa apa ——— angin menuju sana mengikuti irama rindu kembali ke permukaan rerumputan menerjang putri malu terhempas di kaktus tajam berbalik bersembunyi … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 2 Comments