browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Puisi

Kisah Reporter Muda

  inilah kisah reporter  muda yang terbelah kepalanya terbelah hatinya terbelah akal sehatnya tatkala ia mendapat perintah dari majikan di media megah   Reporter muda kusut masai tampilannya sebagaimana suasana hidupnya.. repot bingung kusut… mobil hitam di lapangan harus diberitakan sebagai mobil putih.. si sumber  jelas-jelas  berkata tidak harus ditulis ‘dengan tegas  si sumber berkata … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Suara yang Selalu Lantang

  suaraku lantang suaramu lantang.. suara kami lantang suara kita lantang menggema menembus awan melintang di jalanan membelah ladang dan lautan menyembur hingga pelosok hutan   tapi mengapa suara itu bukan milik kalian..? kalian yang dibutakan oleh pencitraan.. kalian yang tak tersentuh oleh kemiskinan oleh ngawurnya kebijakan oleh seringnya kedangkalan berpikir..   apakah karena kalian … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Ceu Popong

duh si eceu… merah  jambon menyala busananya menohok keriuhan malam penuh manusia tiada punya adab menerjang menuding serampangan   duh si eceu.. jelita penuh tanda tanya jauh dalam hati nan mulia siapa yang sedang berhadapan dengannya ciptaan Tuhan jenis apa.. yang  tindak tanduk penuh kejam belantara   ceu Popong terlatih dalam darah dagingnya dihadang hewan … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Bermimpi BersamaMU di Depan Ka’bah

bila kuperoleh lagi rizki muncul di depan rumahMU menjadi tamu yang menyemut merasakan kecilnya diri karena Engkau melebihi segalanya   bilakah datang kembali saat itu telapak kakiku menyentuh lantai indah di hadapan ribuan lautan manusia menatap kiswah terjurai aku di depan Ka’bah menyebut namaMU hingga sanubari terdalam… berserah serendah-rendahnya memohon sesujud mungkin…. menuju putaran tawaf … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Puisi 30 September…

      Seorang lelaki mengusap air matanya desiran angin dingin Eropa melanda hati.. bagaimana mungkin ia melempar  jauh kenangan pahit akhir September…, tatkala lengking jeritan pilu menggema di keluarga para keparat merenggut nyawa sang ayah seenaknya bagai membantai ayam tiada berharga angin Eropa kembali menerpa kepedihan peristiwa puluhan tahun silam  jauh di negerinya… yang  … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Renungan Lebaran (2)

kehangatan telapak tangan saat bersalaman penuh pemaafan diselimuti taburan senyum dan serbuan awan putih bening menghajar gelapnya amarah musnah sudah ribuan kesal kembali kepada dasar kasih.. bisakah?? mampukah…? yang tak bermasalah begitu mudah bermaafan yang sempat bermasalah justru tak keluar ungkapan itu tak secuilpun,,, bagai tak ada tempat untuk memohon maaf tak juga merasa telah … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Ketika Kami Sudah Kehabisan Kata

kami hanya tercenung bungkam terpana pedih terkesima   ketika kami sudah kehabisan kata.. maka hanya hati yang bersuara telinga bagai tak tersusupi bunyi kebaikan sebab jelaga tumpah di sekitar muka kami kehabisan kata tak mampu berbicara   kedajalan merajalela lalu kami  bisa apa bila yang salah dibenarkan yang benar ditindas mampus kami kembali menganga tanpa … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Putriku yang Cantik Tetap Tersenyum

menggeliat menahan lara sakit sekujur tubuh luar biasa namun wajah perihnya selalu berhias senyum seakan ia selalu berkata kepada ayah bunda serta suaminya juga putra ciliknya aku tidak apa-apa.. semua bisa teratasi…   putriku yang cantik bila boleh sakitmu pindah ke kami agar derita tak terlalu berat agar kau bisa berlama-lama merasakan mahligai bahagianya rumah … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Beterbangan !

tatkala rudal tepat sasaran menuju sembarang langit tak berbatas yang terbang beterbangan hancur seketika berkepingan tiada berbentuk rupa besi berbentuk burung angkasa segera lebur manusia entah sedang mengapa sebelumnya yang asyik mengobrol si cantik-cantik yang sibuk siapkan makanan troli,,, pilot gagah yang menatap jalur indahnya awan sembari mereka menyeruput kopi panas mengemil biskuit berlapis coklat… … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment

Kami Kalah Karena Dicurangi, Kami Menang Kalian Akan Kudeta

kata-kata berujung pedang tajam bagai sembilu nyeri kasar tak bermoral   kata-kata terlontar cepat dari ungkapan mulut menganga muncul karena otak bereaksi atas hati yang dengki penuh curiga tiada kasih stetespun terhadap sesama   kata  busuk muncul karena  legam gelegar jiwa jauh dari sifat kesatria menang diraih dengan rendah hati kalah diterima dengan dada ringan … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment