browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Puisi

Ceu Popong

duh si eceu… merah  jambon menyala busananya menohok keriuhan malam penuh manusia tiada punya adab menerjang menuding serampangan   duh si eceu.. jelita penuh tanda tanya jauh dalam hati nan mulia siapa yang sedang berhadapan dengannya ciptaan Tuhan jenis apa.. yang  tindak tanduk penuh kejam belantara   ceu Popong terlatih dalam darah dagingnya dihadang hewan … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Bermimpi BersamaMU di Depan Ka’bah

bila kuperoleh lagi rizki muncul di depan rumahMU menjadi tamu yang menyemut merasakan kecilnya diri karena Engkau melebihi segalanya   bilakah datang kembali saat itu telapak kakiku menyentuh lantai indah di hadapan ribuan lautan manusia menatap kiswah terjurai aku di depan Ka’bah menyebut namaMU hingga sanubari terdalam… berserah serendah-rendahnya memohon sesujud mungkin…. menuju putaran tawaf … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Puisi 30 September…

      Seorang lelaki mengusap air matanya desiran angin dingin Eropa melanda hati.. bagaimana mungkin ia melempar  jauh kenangan pahit akhir September…, tatkala lengking jeritan pilu menggema di keluarga para keparat merenggut nyawa sang ayah seenaknya bagai membantai ayam tiada berharga angin Eropa kembali menerpa kepedihan peristiwa puluhan tahun silam  jauh di negerinya… yang  … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Renungan Lebaran (2)

kehangatan telapak tangan saat bersalaman penuh pemaafan diselimuti taburan senyum dan serbuan awan putih bening menghajar gelapnya amarah musnah sudah ribuan kesal kembali kepada dasar kasih.. bisakah?? mampukah…? yang tak bermasalah begitu mudah bermaafan yang sempat bermasalah justru tak keluar ungkapan itu tak secuilpun,,, bagai tak ada tempat untuk memohon maaf tak juga merasa telah … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Ketika Kami Sudah Kehabisan Kata

kami hanya tercenung bungkam terpana pedih terkesima   ketika kami sudah kehabisan kata.. maka hanya hati yang bersuara telinga bagai tak tersusupi bunyi kebaikan sebab jelaga tumpah di sekitar muka kami kehabisan kata tak mampu berbicara   kedajalan merajalela lalu kami  bisa apa bila yang salah dibenarkan yang benar ditindas mampus kami kembali menganga tanpa … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Putriku yang Cantik Tetap Tersenyum

menggeliat menahan lara sakit sekujur tubuh luar biasa namun wajah perihnya selalu berhias senyum seakan ia selalu berkata kepada ayah bunda serta suaminya juga putra ciliknya aku tidak apa-apa.. semua bisa teratasi…   putriku yang cantik bila boleh sakitmu pindah ke kami agar derita tak terlalu berat agar kau bisa berlama-lama merasakan mahligai bahagianya rumah … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Beterbangan !

tatkala rudal tepat sasaran menuju sembarang langit tak berbatas yang terbang beterbangan hancur seketika berkepingan tiada berbentuk rupa besi berbentuk burung angkasa segera lebur manusia entah sedang mengapa sebelumnya yang asyik mengobrol si cantik-cantik yang sibuk siapkan makanan troli,,, pilot gagah yang menatap jalur indahnya awan sembari mereka menyeruput kopi panas mengemil biskuit berlapis coklat… … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment

Kami Kalah Karena Dicurangi, Kami Menang Kalian Akan Kudeta

kata-kata berujung pedang tajam bagai sembilu nyeri kasar tak bermoral   kata-kata terlontar cepat dari ungkapan mulut menganga muncul karena otak bereaksi atas hati yang dengki penuh curiga tiada kasih stetespun terhadap sesama   kata  busuk muncul karena  legam gelegar jiwa jauh dari sifat kesatria menang diraih dengan rendah hati kalah diterima dengan dada ringan … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Inilah Pedih

bila ada silet tajam mampir ke pelipis mengiris kulit luar pelahan namun perihnya kilat berjalan itulah rasa hati manusia yang selalu mengalami bantingan   bila ada air mata tumpah sejagat raya itulah air mata kepedihan dari ibu pertiwi nan cantik kepada bumi yang dipandangnya beserta isi manusianya.. yang kian hari kian pandai mengarang cerita malam … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Itu Adalah Utang Kamu

tatkala kamu berjanji untuk berada di sini pada kurun waktu yang tertetapkan itu adalah utang kamu   saat kamu menyebut sungguh tak berpikir soal lain kecuali mumet dengan banjir yang harus dibenahi itu adalah utang kamu   waktu penggemarmu membuka berita lawanmu  tak pantas berlaga karena aib sudah begitu terbuka punya utang di mana-mana setelah … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment