browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Puisi

Kerak Telor

Makanan lezat berkelas kelas yang mana kelas pinggir jalan atau kelas gedongan Kerak telor campur baur kelapa kering bumbu bertabur rawit garang bagai tutur kata amarah orang kasar lantang Duh kerak telor muncul sesekali di bawah Monas di tengah keramaian rakyat Betawi berpesta yang kini tergusur lebur oleh segala suku bangsa dunia kriuk..kriuk.. legit..perih di … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment

Pasar Cikini

Tiada bekas tiada berkesan Pasar Cikini penuh makna tersambit buldozer garang terkungkung pengembang ganas Encik telor menangis gudeg berpanci tak cepat habis lagi buah terbaik punah tak lagi merekah toko minyak wangi bagai makam sunyi Ke mana suasana Pasar Cikini yang dulu kriuk-kriuk kerupuk kulit suara mesin kopi memancarkan aroma hingga babi panggang tergantung merah … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Anak Nakal

Anak nakal memanjat tangga mengintip teras belakang rumah tetangga terdengar suara howeeeeeek cuiiih…! anak nakal meniru : howeeek, cuiiiih…! maka pantat disambar telapak tangan Ayahanda tangga terjungkil anak nakal malahan tertawa Esoknya anak nakal kembali mengintip teras belakang rumah tetangga sembari ia menyanyi-nyanyi : tanah airku tidak kulupakan.. Oei Kok Ping kupas kentang Oei Hong … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Keterlaluan !

apakah tidak keterlaluan bila kamu muncul ke kota besar karena sebuah permintaan serta bantuan besar tiada tara kemudian kamu muncul lagi didorong urusan perduitan berkarung-karung serta biaya iklan yang amat sangat besar lagi-lagi dari orang yang sama memberi bantuan kemudian kamu besar kepala karena peluang di depan mata menganga dan mulutmu mengeluarkan liur tiada henti … Continue reading »

Categories: Puisi, Uncategorized | Leave a comment

Beras, Oh Beras !

Butiranmu bersih putih bening menyala menjadi kebutuhan Indonesia sejak nenek moyang berjaya Kini engkau menjadi langka penyebab mafia yang tak diakui pejabat yang tak sudi turun ke bumi padahal mafia beras ada di mana-mana meski semakin gila di saat sekarang Beras.. oh beras..! bolehlah harga yang lain naik namun beras seharusnya dijaga sebab tetap menjadi … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Keras Sekali !!

keras sekali kamu menyangkal ketidakbenaran perolehan rizki bagai dianggap tumpahan dari langit yang semestinya kau dapat keras sekali kamu menganggap dirimu bening suci sempurna tiada menerima harta mudharat hingga kamu memiliki kekayaan berlimpah keras sekali kamu menipu ratusan juta orang di mana-mana hanya karena para kadal di meja hijau tak mampu membuktikan keculasanmu lalu, kamu … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Oom Bob dan Celana Kuntungnya

sini cantik belanja apa kamu kok rapi belanja apa begitu selalu ujarmu, berkali-kali dengan kata-kata yang sama Oom Bob Sadino yang bercelana kuntung yang selalu saya protes yang sering saya ejek sembari bergurau punya uang banyak punya supermarket besar beli baju kok pelit Oom… hehe.. itulah jawabannya sembari kadang tangannya menjulur berpura-pura ingin mencubit tahun … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | 2 Comments

Ajal

Ajal – – - tatkala awan cerah menjadi gulita, kecamuk jiwa tak lagi teredam, ledakan kiat selamat dicari sekilat-kilatnya, meraih udara jernih penuh leluasa, namun apabila latak bumi bergerak retak, ajal ditetapkan oleh Sang Empunya, maka manusia hanya berhimpun penuh doa, simpuh kelam tersebar merata.. Akal sehat tak mampu sempurna.. Ajal..ajal…sudah direngkuh ketentuan dari Nya…., … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Pesawatku

jauh menuju angkasa luas menerpa angin udara indah maupun mencekam menjadi tantangan sepanjang nafas pesawatku adalah pesawatmu juga… lepas berkibar membawa jiwa ke tujuan utama yang duduk manis melamun ke berbagai penjuru dunia gegap gempita malas tertidur pulas bahkan sedari mengudara menunggu makanan datang saja pesawatku yang juga pesawatmu menjelma menjadi penyelamat bersama sang sopir … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

(Video) Membaca Sastra, Membaca Bangsa

Categories: Media, Puisi | Leave a comment