browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Puisi

Marina

Marina kembali memandang baju warna pelangi aneka rupa terasa tetap legam dalam tangkapannya kembali menghitung menit menjadi nyonya suami super kaya haknya tetap terpenjara tiada melihat toko tak dapat memilih model semua ditentukan oleh suami perkasa perkasa tubuh maupun koceknya perkasa kuasa serta hartanya Marina tertawa.. pedih.. sampai kapan.. sampai kapan… hidupnya kelu tiada berkesudahan

Categories: Puisi | Leave a comment

Puisi Ini Untuknya

tatkala angin rebah di pipi muncul satu puisi gemuruh ombak pecah di laut rangkaian kalimat terajut menggema segala penciptaan Tuhan dengan segala kebesaranNYA terekam semua di sanubari maka puisi ketuhanan pun berlanjut ketika pihak di luar menggerutu ia hanya terdiam enggan untuk melawan apalagi meradang sebab semua berpucuk pada puisi yang sarat kerohanian penuh gejolak … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | Leave a comment

Kuasa

Tuhan Maha Kuasa tapi ada makhluk yang merasa lebih kuasa tanpa ia sadar ada langit di atas kepala dan ada langit lagi di atas langit makhluk liar batin liar jiwa liar nurani serta tutur kata merasa kuasa hingga kedodoran segala kebijakan yang salah dan semau perutnya tanpa dosa tanpa beban bagai lupa Tuhan yang memiliki … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Dua Jendela

dua jendela sepatutnya sama yang menutup yang ditutup dua jendela sepatutnya sama warna serasi ukuran tak beda satu senti dua jendela kini bersatu yang satu ukuran beda dengan yang satunya terpelajar dengan yang jalanan cara berbincang antar sesama bagai bumi menyerang langit dua jendela memang bersatu tanpa sosok bidadari tanpa dewa menghampiri hanya karena elok … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Perintah !

ini adalah perintah ! tak ada media layar kaca media kertas media apapun boleh seenaknya berkisah kejadian fakta di lapangan tak tertayangkan ini adalah perintah ! tak ada mahasiswa yang pentolannya mengunyah menelan semua hidangan lezat dari tuan rumah istimewa yang tak sudi dikritik tak ingin mawas diri tak mau menaikkan kualitas kerja ini adalah … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Kerak Telor

Makanan lezat berkelas kelas yang mana kelas pinggir jalan atau kelas gedongan Kerak telor campur baur kelapa kering bumbu bertabur rawit garang bagai tutur kata amarah orang kasar lantang Duh kerak telor muncul sesekali di bawah Monas di tengah keramaian rakyat Betawi berpesta yang kini tergusur lebur oleh segala suku bangsa dunia kriuk..kriuk.. legit..perih di … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment

Pasar Cikini

Tiada bekas tiada berkesan Pasar Cikini penuh makna tersambit buldozer garang terkungkung pengembang ganas Encik telor menangis gudeg berpanci tak cepat habis lagi buah terbaik punah tak lagi merekah toko minyak wangi bagai makam sunyi Ke mana suasana Pasar Cikini yang dulu kriuk-kriuk kerupuk kulit suara mesin kopi memancarkan aroma hingga babi panggang tergantung merah … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Anak Nakal

Anak nakal memanjat tangga mengintip teras belakang rumah tetangga terdengar suara howeeeeeek cuiiih…! anak nakal meniru : howeeek, cuiiiih…! maka pantat disambar telapak tangan Ayahanda tangga terjungkil anak nakal malahan tertawa Esoknya anak nakal kembali mengintip teras belakang rumah tetangga sembari ia menyanyi-nyanyi : tanah airku tidak kulupakan.. Oei Kok Ping kupas kentang Oei Hong … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Keterlaluan !

apakah tidak keterlaluan bila kamu muncul ke kota besar karena sebuah permintaan serta bantuan besar tiada tara kemudian kamu muncul lagi didorong urusan perduitan berkarung-karung serta biaya iklan yang amat sangat besar lagi-lagi dari orang yang sama memberi bantuan kemudian kamu besar kepala karena peluang di depan mata menganga dan mulutmu mengeluarkan liur tiada henti … Continue reading »

Categories: Puisi, Uncategorized | Leave a comment

Beras, Oh Beras !

Butiranmu bersih putih bening menyala menjadi kebutuhan Indonesia sejak nenek moyang berjaya Kini engkau menjadi langka penyebab mafia yang tak diakui pejabat yang tak sudi turun ke bumi padahal mafia beras ada di mana-mana meski semakin gila di saat sekarang Beras.. oh beras..! bolehlah harga yang lain naik namun beras seharusnya dijaga sebab tetap menjadi … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment