Sedang Apa Mereka?

Sementara dunia heboh memikirkan pesawat hilang, sikap rusia, para teroris, gempita di Thailand, persiapan pemilu di negeri ini…, kita tak pernah tahu lagi segala orang yang telah mendahului kita sedang apa kini ‘di sana’…. nenek moyang kita, kerabat, orang tua, sahabat dan rekan kerja kita yang sudah ‘berjalan’ lebih dulu….. tentu mereka tak pernah merasakan was-was lagi, berkerut berpikir maupun terbebani persoalan kehidupan…

Kita juga tak pernah tahu ratusan penumpang pesawat milik Malaysia itu sedang apa kini? Terapung-apung di samudra luas, atau telah berkeping-keping di udara.., atau terdampar di pulau.. atau telah terbenam di dasar laut..? Semua adalah rahasia Ilahi…… yang menjadi kelambu tak tertembus mata oleh manusia…

Categories: Renungan Hidup | Leave a comment

Tertular yang Serba Baik

Kalau kumpulan orang ‘rada kacau’ itu memiliki dua orang baik dan pekerja keras serta memegang amanah secara baik, semoga menular bagi yang lain …, yang biasanya juga seringkali membuat khalayak gregetan dan geleng-geleng kepala.

Sepasang manusia itu dianggap sebagai orang baik. Semoga benar adanya, semoga yang tidak baik bisa terkontaminasi kebaikan, tertular yang serba baik. Jangan malah sepasang manusia itu malahan mengikuti arus gulita….

Categories: Renungan Hidup | Leave a comment

Aku Memikirkanmu…

batu karang yg kelak membenturmu adalah mereka yang merasa telah banyak berjasa atas dirimu…..
utang budi bayar proyek berpeti-peti ?? bukankah itu yang membuat ngeri? semoga kamu bisa bertindak bijak dan setia memegang amanah…
tidak cepat silau, tidak meniru tingginya pohon kelapa pada hatimu, tidak pula tergerak untuk ikut-ikutan korupsi sebagaimana yang dilakukan para petinggi.

Categories: Renungan Hidup | Leave a comment

Antara Was-was dan Senang, Takut dan Penasaran

antara was-was dan senang, takut dan penasaran….
aku pusing tujuh kepalang
bila dia jadi orang nomor satu ,
akankah rendah hatinya tetap terpelihara
seperti awalnya dia menang,
akankah kebijakannya melegakan hati banyak orang
akankah pula ia tidak merasa berutang budi kelewatan
kepada pihak-pihak tertentu yang memajukannya?
akankah ia menjadi seorang negarawan…
akankah pula ia dikelilingi para maling
pemain lama muka lama serta pemain baru muka baru?
akankah ia selalu harus mengikuti komando dari ibu besarnya?
akankah pula gedung putih itu kelak berkeliaran
orang-orang lama yang sempat tak terusik culasnya??
was-was sekujur tubuhku sungguh berlalulalang..
menjulang…
luar biasa gamang….
tapi mesti kuyakini dengan nafas panjang…
Tuhan menjaga menjaga dan menjaga dengan riang….

Categories: Puisi | 1 Comment

Kadal Buncit di Balai Kota

kadal buncit nan licik
otaknya hanya urusan duit
tak peduli dari ujung dunia mana
yang penting korupsi sudah terbiasa
urusan komisi mutlak dilahap lewat mulut rakusnya

kadal buncit di Balai Kota
kini banyak garuk-garuk kepala
karena pimpinan sekarang adalah sepasang gorila
haram jadah ikut-ikutan nyolong harta
yang sangat jauh dari haknya…
amarah menggelegar luar biasa
kadal buncit siap-siap ditelannya

kadal buncit dihajar gorila
buru-buru sembunyi pada urusan agama
berlindung dari kejahatan dajalnya
menghina gorila paka ayat suci mulia
padahal gorila punya harta di dada
merah putih yang sungguh benderang luar biasa…
itulah gorila seasli-aslinya !!!!

Categories: Puisi | 1 Comment

Anak Kecil di Pasar

matanya tajam
bibir melekuk indah
hidungnya bangir
ada bahagia pada dirinya

anak kecil di pasar
penuh lalat dan aroma tak sedap
bukan penghalang bagi asyiknya
jemari mengelus mobil-mobilan butut
gompal sana-sini tak berwarna cerah lagi

tomat bawang cabe sayuran
bertumpuk di dekat badan
peti besar bekar tumpukan tahu tempe
menjadi singgasananya
indah…

anak kecil di pasar
tiada pernah dalam hidupnya yang baru muncul itu
merasakan gedung sejuk di dalam mal
mainan mahal serta sekolah luks…
pesta ulang tahun bersama oom badut…
semua hanya dilihat dari televisi
dalam sinetron edan masa kini…
ia juga hanya bisa bermimpi
apa itu taman ria di luar negeri
penuh tokoh kartun televisi

anak kecil di pasar
tetap cantik
sumringah
becek tanah adalah istananya
bau anyir menjadi teman..
bagai kuman adalah sahabat dekat
malah membalur tubuh cilik penuh perlindungan…
kekuatan datangnya dari Tuhan..
kesehatan tercipta bagi anak pasar luar biasa
ia masih tetap bermain pada jemari ciliknya
mengelus mobil-mobilan butut
dengan segala keterbatasannya
toh ia amat bahagia
sebahagia-bahagianya…

Categories: Puisi | 1 Comment

Doa Berbagai Agama…

Doa bersama di Malaysia atas musibah jatuhnya pesawat yang belum ditemukan berhari-hari, dilakukan berbagai masyarakat dan berbagai tokoh agama, dalam berbagai agama, kepercayaan masing-masing. Seharusnya orang-orang yang sering mengecam agama lain di luar agamanya, MALU !

Categories: Renungan Hidup | Leave a comment

Nestapa…

lelakiku pergi
meminang anak diplomat ranum
bugar berhiasan senyuman
cerdas gemilang menatap kapas putih di langit

aku terhenyak pedih
tanpa daya
tiada lagi waktu bergulir di alam semesta
semua lantak tak bersisa
tak lagi kujamah tajamnya pinggir kumismu
serta dalamnya dua cinta berbaur penuh gelegar

lelakiku senyap terbata-bata
gontai..
tanpa berani melirik ke arahku lagi…
perempuan dengan anak dua
serta suami pendiam berseragam baju negara…

Categories: Puisi | Leave a comment

Cinta Lama

perempuan bersanggul itu
muncul di layar lebar
begitu kencang meniupkan bara cinta
tiada lagi raga untuk yang lain
tak bersisa setitikpun
semua untuk pria berkumis
tatapan mata yang tajam
hidung bangir bertubuh kekar
di situlah panah dituju
melejit dahsyat
bagai kelenjar menyebar lewat puting payudara
hingga lapisan kelopak mata
kekasih hati tak mampu tertangkap berlama-lama
menusuk perih melampaui ledakan amarah
kecewa batin tiada terkira…
karena cinta telah salah arah..
sangat salah arah
hingga maut menyapa seketika..
musnah !!

Categories: Puisi | Leave a comment

Sam Ratulangi Tentu Kecewa….

Pahlawan Nasional asal Minahasa Sam Ratulangi berkata, “Manusia baru bisa dikatakan manusia bila sudah bisa memanusiakan manusia”

Maka alangkah pedihnya ia bila kini masih hidup. Betapa kekalutan, tindakan barbar dari para generasi muda yang berpredikat MAHASISWA di Universitas Sam Ratulangi berlangsung dengan gempita dan menyeramkan, tentu tak sepadan dengan nama Sam Ratulangi yang diemban dan dikenakan di tempat menimba ilmu itu.

Di mana letak memanusiakan manusia di tempat terhormat itu? Bagai tak berbekas….

Categories: Renungan Hidup | 1 Comment