browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tagged With: air mata

Guntur, Hujan dan Ayah

tatkala gelegar guntur menghantam bumi kisi jendela bergetar kaca musnah seketika hujan menimpa pohon bambu ambruk pohon tebu lesu tertampar VW kodok mandi terguyur dahsyat ayaaaaaaaaaah….. takuuuuuuuut.. jerit seorang anak dari balik kelambu pelukan hangat pun tiba was-was lenyap tangan kekar seorang pria yang penuh kasih mendunia mampu mengusir guntur mampu mengusir hujan badai mampu … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , , | Leave a comment

WUKUF …

menyatu dalam kelompok raksasa di padang arafah yang indah wukuf dalam hening karena hati berlumur rasa nyaman pasrah karena tak berdaya bersimbah air mata segala sesal di pelupuk mata khilaf masa lalu penuh nestapa malu, memohon agar iman dikuatkan agar benteng kebaikan dikukuhkan cinta yang begitu menggelora kepada NYA kecil karena ikhlas tak mampu karena … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , | Leave a comment

Banjir !

banjir duit banjir tipu banjir catut banjir ancaman   banjir rahasia banjir nestapa banjir air mata keluar deras pura-pura   banjir nafsu banjir umpet-umpetan banjir nikah siri banjir kecaman banjir penistaan banjir kehebatan   banjir orang bayaran banjir demonstran banjir jalan-jalan banjir plesiran banjir rombongan jumbo untuk naik haji pakai duit orang…   banjir tak … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Air Mata Pagi….

mengalir satu persatu semakin deras tumpah nestapa   berkaca-kaca dari telepon genggam kaca pantulan kata-kata… merasuk perih   pagi ini kalimat manis tertera meski sembilu menyatu pada helai kenangan membaca kata-kata bu, kenapa ya kita dulu pisah banyak hal… yang tidak bisa kulupa….   air mata pagi menyelinap tanpa sembunyi kata-kata balasan muncul yah, dari … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | 2 Comments

Di Baju Batikmu yang Belang-belang Itu…

di baju batikmu yang belang-belang itu ada tawaku dan harapan semu yang harus kuredam sampai dasar sumur terdalam karena semua akan sama saja akhirnya tumpah air mata….

Categories: Puisi | Tags: , , , | 2 Comments

Ada Air Mata Lagi, Ada Apa Denganmu..?

kamu biasanya tersenyum lebar tawa menantang tanpa takut   kamu merona tanpa malu dipeluk sang duda sembari lupa tangis nestapa   benarkah semua sandiwara dari tutur kata sampai air mata   namun hari ini tawa diganti tangisan bagai membalik telapak tangan semua begitu mudah bagimu menangis tertawa menangis tertawa bagai orang gila…   ada air … Continue reading »

Categories: Uncategorized | Tags: , | 13 Comments

Air Mata Buaya di Mana-mana….

pengemis borok di tepi jalan menggumpal kain lusuh di sekujur pergelangan kaki tangannya menggapai menuju mulut sebagai pertanda ia lapar sudut mata mengucur air sebagai pertanda ia berduka usai uang mengalir dari dalam mobil orang kaya pengemis tertawa seenaknya tanpa makhluk lain mengetahuinya.. gemilang sudah muslihatnya air mata buaya ampuh untuk sandiwara mengumbar nestapa ke … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , | 2 Comments