browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tagged With: Istana

Moerdiono, Kalau Masih Hidup……

Moerdiono pernah menjadi Sekretaris Negara. Ia seringkali dianggap o’on, membuat mual pemirsa televisi yang mendengarkan caranya berbicara. Terbata-bata, bagai orang bego’ yang duduk sebagai jubir Presiden Suharto kala itu. Tapi kami, para wartawan Istana yang tahu persis siapa Pak Moer, tentu tak menganggap demikian. Pak Moer memang alergi kamera televisi. Ia akan terlihat gagap bila … Continue reading »

Categories: sosok | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Apa yang Kalian Dambakan, Hai Capres?

Apa yang kalian dambakan? Berkedudukan di Istana Merdeka, dikawal ke mana-mana, menjadi raja di jalan raya karena semua harus minggir tanpa ampun, mengantongi tandatangan yang sangat berharga untuk sebuah keputusan? Dijamu di berbagai negara? Gratis ke mana-mana? Berkuasa bagai tanpa batas? Siapkah kalian dihujat, didemo, dikritik, diberi saran meski pahit sekalipun, dipertanyakan senantiasa kinerjamu, dituntut … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Tulisan Saya Dua Tahun Lalu : “Soeharto Mundur, 13 Tahun Silam, di Depan Saya….”

  Kamis pagi, 21 Mei 1998. Istana Merdeka masih lengang. Saya masuk ke ruangan tengah. Baru beberapa staf istana mondar-mandir. Lalu datang beberapa teman , kru  dari TVRI. Media elektronik lain belum ada. Mereka menyiapkan kabel, lampu dan tongkat kamera panjang di pinggir kiri. Kata saya, “Ngapain kamu cari tempat di pinggir? Kenapa nggak di … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Pembokatku Ngoceh Melihat Monas …

pembokat .. eh pembantuku baru sebulan kerja hanya untuk sementara selama lebaran dari bulan puasa… gajinya satu setengah juta matanya lebar cantik ria senyum selalu meski lelah menggoda pembantuku sebentar lagi usai kerja sebulan di kampung kembali ke Jakarta meski pernah menyantap rizki dari Saudi Arabia sebelumnya tak pernah tahu Ibukota.. maka kubawa seharian dia.. … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 4 Comments

Pak Domo Marah !

Suatu saat di tahun ’90 an, Sudomo keluar dari ruang Presiden Soeharto di Gedung Bina Graha.  Lalu memberikan keterangan pers.  Topik soal keamanan. Usai ia berkata-kata, saya, yang berada di tengah para wartawan Istana lain mulai ‘usil’.  Saya tanyakan kepadanya, ” Pak, undian Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB)  tiap minggu disiarkan di televisi. Pak Domo … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | Tags: , , , , | 7 Comments