browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tagged With: pembantu

Ketika Paduka Marah…

ketika paduka marah sesungguhnya ia telah salah kaprah ia marah kepada sekujur darah yang mengalir di tubuhnya yang ia anggap gagah   ketika paduka marah itulah kebodohannya melangkah karena tak bisa menentukan arah kepada pembantunya yang membuat gerah padahal ia sendiri yang sesungguhnya lengah   ketika paduka marah yang dikecam adalah anak buah semua dianggap … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 1 Comment

Pembokatku Ngoceh Melihat Monas …

pembokat .. eh pembantuku baru sebulan kerja hanya untuk sementara selama lebaran dari bulan puasa… gajinya satu setengah juta matanya lebar cantik ria senyum selalu meski lelah menggoda pembantuku sebentar lagi usai kerja sebulan di kampung kembali ke Jakarta meski pernah menyantap rizki dari Saudi Arabia sebelumnya tak pernah tahu Ibukota.. maka kubawa seharian dia.. … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 4 Comments