browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tagged With: Soeharto

Moerdiono, Bicaranya yang Terbata-bata Hanya Pura-pura…, yang Tahu Hanya Wartawan Istana…

Dering telefon genggam bertubi-tubi sedari tadi.  Lelaki perempuan, teman-teman dekat saya, terisak menangis membicarakan wafatnya Moerdiono,  mantan Menteri Sekretaris Negara era Suharto.  Air mata saya bergulir deras. Ya Allah, harapan saya, ia wafat dengan husnul khotimah, dengan nyaman, dengan pemaafan yang besar darinya dan pemaafan dari orang kepadanya. Dan dipeluk Tuhan dengan segala cinta Baru … Continue reading »

Categories: Tokoh, Uncategorized | Tags: , , | 1 Comment

Tulisan Saya Dua Tahun Lalu : “Soeharto Mundur, 13 Tahun Silam, di Depan Saya….”

  Kamis pagi, 21 Mei 1998. Istana Merdeka masih lengang. Saya masuk ke ruangan tengah. Baru beberapa staf istana mondar-mandir. Lalu datang beberapa teman , kru  dari TVRI. Media elektronik lain belum ada. Mereka menyiapkan kabel, lampu dan tongkat kamera panjang di pinggir kiri. Kata saya, “Ngapain kamu cari tempat di pinggir? Kenapa nggak di … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Pak Domo Marah !

Suatu saat di tahun ’90 an, Sudomo keluar dari ruang Presiden Soeharto di Gedung Bina Graha.  Lalu memberikan keterangan pers.  Topik soal keamanan. Usai ia berkata-kata, saya, yang berada di tengah para wartawan Istana lain mulai ‘usil’.  Saya tanyakan kepadanya, ” Pak, undian Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB)  tiap minggu disiarkan di televisi. Pak Domo … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | Tags: , , , , | 7 Comments