browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tagged With: Tuhan

Beterbangan !

tatkala rudal tepat sasaran menuju sembarang langit tak berbatas yang terbang beterbangan hancur seketika berkepingan tiada berbentuk rupa besi berbentuk burung angkasa segera lebur manusia entah sedang mengapa sebelumnya yang asyik mengobrol si cantik-cantik yang sibuk siapkan makanan troli,,, pilot gagah yang menatap jalur indahnya awan sembari mereka menyeruput kopi panas mengemil biskuit berlapis coklat… … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment

Hening di Hati Jokowi Hening di Hati Prabowo

ada sudut terdalam meruak lebar ke seluruh tulang rusuk kalian berdua yang perkasa digiring kepada benderang di depan muka atau gulita ke mana-mana   ada hening di hatimu Jokowi ada hening di hatimu Prabowo yang berkata berulang kalam siapa sesungguhnya diri kalian hanya seorang hamba Tuhan yang berlumur alpa yang berbaur dengan doa yang dituntut … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | 1 Comment

Tidak Enak Kan Dibohongi?

Seseorang terbiasa berdusta. Kepada siapapun. Keluarga, rakyat, barangkali juga Tuhan. Sebab kitab suci atas nama Tuhan di atas kepala sebagai alat bersumpah, juga diperalatnya. Untuk menutupi segala aib, segala jurus dipakainya. Mulai dari berbicara ‘gaya medok’ aksen Jawa meski ia orang seberang, menampilkan wajah sumringah sembari menenteng tas super mahal di lengan, bergincu kinclong dan … Continue reading »

Categories: Cerpen (Fiksi) | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Mulia..Oh Mulia..

ada toko bedak namanya budi mulia ada toko beras namanya hemat mulia ada toko emas namanya selalu mulia ada toko peralatan bayi namanya mulia selalu ada pengacara namanya todung mulia ada petinggi bank pensiunan namanya bambang mulia ada hotel keren namanya mulia ada perkantoran canggih namanya menara mulia ada satpam keliling namanya salim mulia ada … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

WUKUF …

menyatu dalam kelompok raksasa di padang arafah yang indah wukuf dalam hening karena hati berlumur rasa nyaman pasrah karena tak berdaya bersimbah air mata segala sesal di pelupuk mata khilaf masa lalu penuh nestapa malu, memohon agar iman dikuatkan agar benteng kebaikan dikukuhkan cinta yang begitu menggelora kepada NYA kecil karena ikhlas tak mampu karena … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , | Leave a comment

Renunganku Bersayap Setelah Nonton Drama Sang Kuriang

Siapa yang tak kenal cerita Sang Kuriang.  Kisah legendaris dari  tanah Pasundan yang sudah turun menurun ini dikenal sebagai cerita  asmara seorang anak yang jatuh hati kepada ibu kandungnya sendiri. Sang Kuriang memaksa Dayang Sumbi, sang Ibunda, untuk menjadi pasangan suami istri.  Semua berakhir dengan siasat, perjuangan, kelicikan, serta nestapa di ujung belati.   Bunuh diri … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | Tags: , , , , , | 5 Comments

Sapi !

mataku mendelik marah tengkukku berdiri lebih tinggi ketimbang biasanya karena aku marah   mengapa manusia ciptaan Tuhan berderajat tinggi jauh lebih hina ketimbang binatang   bangsaku menjadi qurban untuk sebuah kemenangan dalam ritual keagamaan dilakukan pemotongan   tapi bangsaku, bangsa sapi kini menjadi sebuah ketenaran istimewa menembus kabut terhina bagai pantat wajan kelam legam hitam … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , , , , | 1 Comment

Sejuta Ibu di Mataku

pagi buta menjelang siang tengah malam saat orang tidur siang sibuk terang benderang kuhadapi banyak ibu luar biasa menahan sakit kadang melawan maut untuk jabang bayi muncul dari  mulut rahim ciptaan Tuhan..   mata berbinar garis cinta sesunggukan karena bahagia menangis tersedu tiada henti senyum bangga penuh arti tak ada lagi rasa sakit luar biasa … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Duh.., Kamu !!

  masih lekat dalam ingatan betapa kamu sehari-hari pongah di layar televisi saat disemprot kamera melalui lokasi terhormat melontarkan tutur kata yang menggebu-gebu tiada tara kacaunya lalu senyum lebarmu semakin luas saat pelantikan menjadi pejabat tinggi negara… seakan-akan ada dunia di dalam genggaman tanganmu… lalu kamu menghina para pengungsi gunung merapi dengan kata-kata menyakitkan tiada … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , | 1 Comment

Hujan !

negeri ini tertimpa hujan hujan batu karena hati  manusia  sekeras batu salah tak mengaku salah korupsi dipoles  sedekah   negeri ini tertimpa hujan hujan duit karena manusia mata duitan dan menjadikan  duit sebagai Tuhan lalu Tuhan dipermainkan agama menjadi alat untuk pencitraan jemari berbalut tasbih manakala sadar akan lampu kamera yang ke layar kaca  tempat … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 4 Comments