sedap sekali
kata ban mobil
aku menggelinding tiada henti
tak lelah lagi
aspal tak jahat geram
sebagaiamana sehari-hari
harus selalu berhenti
di panas terik maupun malam hari
duh enaknya aku
ujar rem sembari terbahak-bahak
tiada terpakai setiap detik
sebagaimana menyebalkan sehari-hari
si komo lewat tugasku gigit rem
motor salib kiri kanan kembali gigit rem
mobil nyodok dari samping tentu rem tugasku
lelah
sakit punggung tentu hilang
ujar sang nyonya yang doyan kelayapan
mobil otomatik tetap tak guna
bila macetnya jalan melebihi sakit kepala
punggung ngilu kaku nestapa
oh jalanan di Jakarta
janganlah sepi berlalu
lengang bebas saat libur hari raya
menebar puas pengendara berlama-lama
bebas knalpot busuk bebas amarah
sepi…
lengang….
merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!