rumput hijau melumuri makam, belum lagi setahun, yang semula ingin nyebur bersama, memesan tempat di sebelahnya, berurai air mata pertanda
Continue readingDoa Ibunda
ketika hati Ibunda gulana melihat putri yang kecewa menggapai cinta di tengah langit terjembab masuk lumpur berlekat.. nestapa….
Continue readingLima Orang Wanita di Mejaku
Mereka tertawa renyah tak menghiraukan aku sibuk dengan obrolan riangnya serta masing-masing melempar jemari yang gemerlap penuh intan cemerlang
Continue readingIstri yang Tertindas… Sampai Kapan…?
**************************************** perempuan separuh baya menaburkan air mata di halaman koran yang tengah dibacanya ——- begitu banyak perempuan berkarya tertawa
Continue readingCucuku……. (untuk mbak Lies)
********************************************************************************** sulit terukur dengan kata hati berbunga meledak sampai gumpalan langit menjulang tiada batas ——- cucuku… kini berada di
Continue readingSaya Tetap Mendoakan Nunun…
Seorang ibu yang dicintai anak-anaknya, disayang suami, menjadi bulan-bulanan. Tak ada yang pernah menyangka, Nunun yang sering berada pada lingkungan
Continue readingNelangsa…? Perlukah ? (puisi akhir tahun untuk mbak Pipiet Senja)
mengapa kamu harus nelangsa melihat kebahagiaan pasangan tua berpelukan di pesawat udara saling menyuap saling mengingat menelan obat dengan penuh
Continue readingAir Mata Gulana Saat Natal
mata lelaki itu menerawang jauh gemas amarah kesal luka hati begitu dalam ———- musik berisi doa seakan tak
Continue readingSuara Itu…., dan Natal Itu….
hai mari berhimpun dan bersukaria.. suara itu musik itu lagu itu kata-kata itu mengingatkanku pada Marta perempuan Ambon setia
Continue readingTuhan… Engkau Menerima Kami Tanpa Perbedaan…
gemerincing lonceng dari menara tinggi gaungnya ke seluruh desa kota.. negara… kalbu manusia ——– inilah kumpulan lilin alam benderang
Continue reading