browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: March 2015

Duh Ahok! Aku Kehabisan Kata!

namamu Ahok tetap dipanggil Ahok meski ada kata Purnama yang punya makna indah terang sinar benderang jelas tak terhitung ucapanku saat masih belum menjadi nomor satu kamu sudah sering mendidih darah naik ke otakmu segera lalu meluncurlah tutur menohok keras menyerang nyinyir kuselalu bilang jagalah mulut jagalah sikap sebab penilaian bukan sekadar pemberantasan korupsi atau … Continue reading »

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Kerak Telor

Makanan lezat berkelas kelas yang mana kelas pinggir jalan atau kelas gedongan Kerak telor campur baur kelapa kering bumbu bertabur rawit garang bagai tutur kata amarah orang kasar lantang Duh kerak telor muncul sesekali di bawah Monas di tengah keramaian rakyat Betawi berpesta yang kini tergusur lebur oleh segala suku bangsa dunia kriuk..kriuk.. legit..perih di … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment

Pasar Cikini

Tiada bekas tiada berkesan Pasar Cikini penuh makna tersambit buldozer garang terkungkung pengembang ganas Encik telor menangis gudeg berpanci tak cepat habis lagi buah terbaik punah tak lagi merekah toko minyak wangi bagai makam sunyi Ke mana suasana Pasar Cikini yang dulu kriuk-kriuk kerupuk kulit suara mesin kopi memancarkan aroma hingga babi panggang tergantung merah … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Anak Nakal

Anak nakal memanjat tangga mengintip teras belakang rumah tetangga terdengar suara howeeeeeek cuiiih…! anak nakal meniru : howeeek, cuiiiih…! maka pantat disambar telapak tangan Ayahanda tangga terjungkil anak nakal malahan tertawa Esoknya anak nakal kembali mengintip teras belakang rumah tetangga sembari ia menyanyi-nyanyi : tanah airku tidak kulupakan.. Oei Kok Ping kupas kentang Oei Hong … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Keterlaluan !

apakah tidak keterlaluan bila kamu muncul ke kota besar karena sebuah permintaan serta bantuan besar tiada tara kemudian kamu muncul lagi didorong urusan perduitan berkarung-karung serta biaya iklan yang amat sangat besar lagi-lagi dari orang yang sama memberi bantuan kemudian kamu besar kepala karena peluang di depan mata menganga dan mulutmu mengeluarkan liur tiada henti … Continue reading »

Categories: Puisi, Uncategorized | Leave a comment