browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: November 2011

Catatan Tercecer Tentang Suharto ke Bosnia 15 Tahun Silam (2)

Dalam pembicaraan di Bosnia, Menlu Ali Alatas mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berniat menjadi fasilitator untuk menangani kemelut Bosnia-Serbia. “Tapi tentu bukan sebagai mediator”, ujarnya. Indonesia, dengan kunjungan dan dukungan presidennya ke sana, menunjukkan solidaritas yang tinggi dan menjadi suatu dukungan moril tersendiri. Yang berkepentingan dan memutuskan segala sesuatunya, menurut Alatas lagi, adalah mereka sendiri.  Pak … Continue reading »

Categories: Catatan Perjalanan | 10 Comments

Narasi Keresahan Yang Lugas dan Puitis ala Linda Djalil

Pengantar: Dibawah ini adalah artikel resensi buku saya, yang ditulis sahabat blogger di Kompasiana, Amril Taufik Gobel. Tulisan ini saya kutip dari blog pribadinya. Terimakasih ya Amril! ———– Judul Buku : Cintaku Lewat Kripik Balado Penulis : Linda Djalil Prolog : Putu Wijaya Epilog : Jodhi Yudono Penerbit : Penerbit Buku Kompas , Juni 2011 Halaman : … Continue reading »

Categories: Resensi Buku | 3 Comments

Catatan Tercecer tentang Suharto ke Bosnia 15 Tahun Silam (I)

Cerita yang ada nilai historisnya, bagi sebagian orang mungkin saja dianggap basi dan tak bermakna.  Bagi yang lain tentu masih menarik untuk diintip. Beberapa hari lalu saya menemukan naskah yang pernah saya tulis untuk majalah berita mingguan GATRA, 15 tahun silam. Tentu saja cerita panjang lebar ini tak semuanya sempat dituangkan pada majalah itu saat … Continue reading »

Categories: Catatan Perjalanan | 2 Comments

Selamat Hari Guru, Cara Djalil, Adikku…..

Pesan singkat saya pagi tadi kepada adik saya, “Cik Gu…, Selamat Hari Guru yaaaa!”  -  dibalas olehnya, “Hah? Hari Guru ya sekarang?” .  Adik saya, Cara Djalil, adalah seorang guru sepanjang perjalanan karirnya.  Sejak ia masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, cita-citanya sudah mantap, ingin menjadi guru TK ! Kalau kami main sekolah-sekolahan di ruang … Continue reading »

Categories: Berbagi Info | Tags: , , , , , , , , | 11 Comments

Hadiah Tuhan Saat Beribadah Haji

di padang Arafah – panas 54 derajat Celcius. Beberapa tahun sebelum tahun 1992, sholat saya seringkali dilakukan dengan cara duduk. Sakit punggung menahun membuat saya tidak begitu bisa berdiri usai dari ritual bersujud.  Ini yang menjadi pikiran saya selama di perjalanan dari tanah air menuju tanah suci. Bagaimana bisa sholat di mesjid ramai-ramai bila saya … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | 4 Comments

Mbak Endang Tukang Pijat, Irwan Hidayat, dan Ultah Sido Muncul

Tukang pijat saya bernama mbak Endang. Badannya ’segede meja makan’  alias besar. Tegap, gemuk, lebar ke mana-mana. Kadang ia naik sepeda motor dengan perlengkapan jaket dan helmnya. Sering juga ia naik turun  angkot ke mana-mana.  Pelanggannya dari mulai jalan Tanjung Jakarta Pusat, Kemang, Kebayoran, sampai Cibubur. Dari istri para penggede, konglomerat,  sampai orang biasa-biasa saja … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | Leave a comment

Saya Koleksi Kura-Kura… Bagaimana Denganmu, Teman?

Kata teman-teman, rumah saya adalah kerajaan kura-kura. Dari sudut depan rumah sampai halaman belakang, banyak kura-kura bertebaran. Entah mengapa, sejak 10 tahun lalu saya mulai gemar mengumpulkan kura-kura dalam bentuk apapun.  Seingat saya, saat balita dulu sering diajak ayah ke rumah keluarga Rustam Munaf di jalan Maluku kawasan Menteng Jakarta Pusat, ada kura-kura di kolam … Continue reading »

Categories: Hobi dan Kesenangan | 9 Comments

Selamat Tinggal Padang Arafah …

  terhampar indah kumpulan besar menyemut doa merayap lewat batin menuju ucapan bibir khusyuk ———— padang Arafah yang indah menyimbolkan padang di hari akhir nanti manusia tak ada lagi beda derajat di mata Ilahi semua sama warna tergantung dari ikhlas tulus berkejap-kejap ———- sedih sayup-sayup mengikuti arah angin Arafah yang bermakna dalam tuturan doa inilah … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Hampir Saja Sita Tidak Berkurban…

Suara azan maghrib,  lalu azan isya, berkumandang beberapa jam berturut-turut.  Dari dapur terdengar jelas. Sita di depan kompor.  Tempe mendoan di atas wajan, dan tumis kangkung campur terasi.  Usai sholat ia ke dapur lagi memang. Menyelesaikan urusan dapur.  Hatinya teriris. Air mata menggenang mengaburkan pandangan gorengan tempe yang terendam minyak.  Jemarinya menghapus pelan-pelan. Sita bingung. … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | 10 Comments