browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: December 2011

Tanggal 1 Januari, Tinggal Satu Harga Diri…

Hari ini tanggal 1 Januari.  Tahun 2012.  Resolusi ada di niatan, dikerjakan belum tentu.  Harus lebih banyak berenang, jalan pagi dan senam.  Harus menghindari makanan bersantan yang paling aku suka. Harus mencoba bisa tidur tidak sampai larut malam padahal semakin malam ide gagasan urusan tulisan semakin ngebul menggebu-gebu. Harus mulai bisa lagi menyetir mobil setelah … Continue reading »

Categories: sos/bud | Tags: , | 1 Comment

Telapak Kaki Bayi

mungil guratan suci jauh dari dosa ——- lima jari berkumpul di kiri lima jari di kanan sepuluh jari menopang kaki bayi bening ——– satu persatu menapak menginjak semut dan kelabang tanpa gigitan sebab mereka tak sudi mengusik anak ciptaan Tuhan tanpa salah ——– tawon dan semut rangrang lintah dan keong racun hanya akan berkerumun di … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , | Leave a comment

Bu Broto, Losmen Bu Broto, Brotoseno, dan… Angelina Sondakh

Siapa ‘orang-orang jadul’ yang tak kenal Bu Broto si jangkung bersanggul berkebaya Jawa rapi langsing cantik yang sehari-hari mengelola losmen? Ya, Losmen Bu Broto adalah cerita serial di TVRI tahun ’80 an yang setiap Rabu malam jam 9.30 dinanti-nanti pemirsa. Petani-petani di desa pun tak kalah sibuk bila Losmen Bu Broto sudah akan muncul di … Continue reading »

Categories: sos/bud | Tags: , , , , , , , , | 309 Comments

RUMPUT DI ATAS MAKAM ( Untuk Angelina Sondakh yang Ulang Tahun 28 Desember)

rumput hijau melumuri makam, belum lagi setahun, yang semula ingin nyebur bersama, memesan tempat di sebelahnya, berurai air mata pertanda setia..,tak akan menikah lagi sampai tua berbicara lewat isak tangisnya rumput tertawa.. yang jauh di dalam rumput juga tertawa… benarlah… apa bicara tukang foto copy lebay..lebay… bosan lihat impotemen, bentar lagi sudah punya pacar baru, … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | 61 Comments

Doa Ibunda

    ketika hati Ibunda gulana melihat putri yang kecewa menggapai cinta di tengah langit terjembab masuk lumpur berlekat.. nestapa…. ———- kabut berselimut keruh dibawa pria pecundang penggoda menggoncang hati perempuan muda dengan sihir kata maka Ibunda kembali was-was marabahaya sudah dekat ——– doa hanya bisa disebar melalui hati bening Ibunda agar sang putri selamat … Continue reading »

Categories: Uncategorized | 4 Comments

Lima Orang Wanita di Mejaku

  Mereka tertawa renyah tak menghiraukan aku sibuk dengan obrolan riangnya serta masing-masing melempar jemari yang gemerlap penuh intan cemerlang berlian dan leher terbungkus mutiara sederetan melingkar masing-masing biji sebesar gundu.. ———– Mereka menjawab kata-kataku hanya sesekali seakan di meja itu ada orang yang tak begitu penting tak perlu disejajarkan karena punya kemampuan yang amat … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | 8 Comments

Istri yang Tertindas… Sampai Kapan…?

                                      **************************************** perempuan separuh baya menaburkan air mata di halaman koran yang tengah dibacanya ——- begitu banyak perempuan berkarya tertawa mencari nafkah dengan mudahnya kerja secara terhormat menginjak tanah di atas telapak kakinya tanpa nestapa muncul dalam berita di segala media ——— bagaimana dengan aku, pikirnya.. aku yang jalan di tempat bahkan mundur ke belakang … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Cucuku……. (untuk mbak Lies)

  ********************************************************************************** sulit terukur dengan kata hati berbunga meledak sampai gumpalan langit menjulang tiada batas ——- cucuku… kini berada di genggamanku dekapan kasih bayi merah jemari mungil bibir tipis menyimpul senyum menyambut kehidupan yang mulia indah tiada tara ——— cucuku…, betapa hari-hari demikian indah bagiku kini bagimu nanti tataplah bumi tak ada kata sekarat tak … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Saya Tetap Mendoakan Nunun…

Seorang ibu yang dicintai anak-anaknya, disayang suami, menjadi bulan-bulanan.  Tak ada yang pernah menyangka, Nunun yang sering berada pada lingkungan sosialita Jakarta, hampir tiap saat muncul di majalah mewah yang berisi segala acara direkam dengan foto-foto meriah, kini adalah buron. Oh, tidak. Dia sudah bukan buron lagi, karena setelah melanglang buana yang tak pernah kita … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup, sos/bud | Tags: , , , | 5 Comments

Nelangsa…? Perlukah ? (puisi akhir tahun untuk mbak Pipiet Senja)

mengapa kamu harus nelangsa melihat kebahagiaan pasangan tua berpelukan di pesawat udara saling menyuap saling mengingat menelan obat dengan penuh cinta ——– mungkin itu hanya kebetulan yang berhasil kamu lihat karena di ruang tunggu dokter atau pengobatan alternatif acapkali  lain yang aku tangkap pasangan sering berdebat sembari tak berani bersuara kuat saling memaki dan menghujat … Continue reading »

Categories: Puisi | 6 Comments