browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: December 2011

Air Mata Gulana Saat Natal

    mata lelaki itu menerawang jauh gemas amarah kesal luka hati begitu dalam ———- musik berisi doa seakan tak mampu menghapus luka damai di bumi apa belum pernah tiba.. karena Mesuji nestapa Bima begitu luas darah menganga ——– lelaki itu tinggal gumam tinggal diam tinggal tak paham natal yang pedih di belahan bumi sana … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | 1 Comment

Suara Itu…., dan Natal Itu….

  hai mari berhimpun dan bersukaria.. suara itu musik itu lagu itu kata-kata itu mengingatkanku pada Marta perempuan Ambon setia daging printil masakan lezatnya rendang padang berikut kentang kecilnya sabun berbusa ditabur ke seluruh tubuhku jemari hitam Malukunya mencubit lengan pahaku bibirnya bergerak bersenandung saat mataku kusut batu badaun.. batulah batangkai…   suara natal malam … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | 3 Comments

Tuhan… Engkau Menerima Kami Tanpa Perbedaan…

  gemerincing lonceng dari menara tinggi gaungnya ke seluruh desa kota.. negara… kalbu manusia ——– inilah kumpulan lilin alam benderang tiada usai menyusup menjadi iman paham doa adalah keindahan untukMU, Kekasih… ———- lonceng tiada henti bertalu menyadarkan diri Tuhan mencintai segala hal yang serba baik umat yang menjaga derajat memeluk dipeluk berhimpun kedalaman raga cantik … Continue reading »

Categories: Puisi | 6 Comments

NATAL MEMANG BUKAN UNTUKMU, JUWIK…

  Kuselonjorkan  kedua kakiku di sofa panjang menghadap meja tulis di pojok kamar yang dilengkapi foto besar  ayahanda di dinding putih seorang pahlawan sejati yang dikenang banyak orang setelah nyawanya sia-sia tewas di tangan  pengacau bangsa —————– Kutatap pohon natal di sudut sana… tanpa dedaunan lengkap dan begitu nestapa kering, gundul.. segundul kocekku duh.. memang … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | 1 Comment

Malam Natal yang Terlupakan

seorang perempuan  yang papa lusuh tak berdaya tak paham lagi dunia tak ingat lagi agamanya karena godam memukul hidupnya berulang kali terbawa derita   air mata bagai kaca bening namun perih menusuk tajam maka muncullah suara lonceng gereja merebak dari sudut kota penuh kemeriahan pesta di rumah-rumah sentosa   perempuan itu berpikir keras kapan terakhir … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | Leave a comment

Angin Menuju Sana

apakah angin sudah sampai ke daun pintu menyelinap lewat kisi bersembunyi di balik tirai sembari mengintipmu ——– apakah angin sudah berkata ada yang ingin tahu kamu sekarang sehebat apa sesedih apa sebahagia apa sekecewa apa ——— angin menuju sana mengikuti irama rindu kembali ke permukaan rerumputan menerjang putri malu terhempas di kaktus tajam berbalik bersembunyi … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 2 Comments

Stella dan Gorengan

Stella melongo melihat layar komputer muncul seenaknya sepiring gorengan tempe mendoan ——– Stella ngiler air liur merebak di ruang hangat penuh heizung pemanas ruangan sementara di luar dingin menggigit tulang salju setitik mulai merayap di halaman ——– Stella kembali melongo guratan tempe goreng diiris tipis bernama mendoan bertabur daun seledri kunyit… sedikit bawang.. duuuuh… sialaaaaaan… … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Tanggal Dua Puluh Tiga Desember….

Spandau pedih dingin was-was kado sabun kursi kasih biru Tuhan….

Categories: Puisi | Leave a comment

”22 Hati Perempuan” di Hari Ibu 22 Desember 2011

Apa yang ditutur oleh perempuan Indonesia bila dituangkan dalam cerita rekaan yang berbentuk puisi? Aneka ragam suasana hati, kondisi sosial, gelora cinta, keresahan dan kedekatan kepada Ilahi, menjadi ramuan mereka dalam berimajinasi merangkai kata. Duapuluhdua perempuan Indonesia yang ada dalam “Antologi Puisi 22 Perempuan Indonesia HATI PEREMPUAN” ini adalah gabungan perempuan Indonesia dari berbagai kawasan … Continue reading »

Categories: Uncategorized | 1 Comment

Setelah Membaca Dokumentasi Pilot Jatuh di Lapangan Terbang Kemayoran

      MEMBACA ‘TEMPO INTERAKTIF’  BERITA TAHUN 1972, MENGINGATKAN SAYA KEPADA PAMAN TERCINTA.., PILOT KADARUS YUDHADIBRATA ”OOM AYUS”   YG KEBAIKAN HATINYA MENJADI KENANGAN TAK TERLUPA BAGI SAYA PULUHAN TAHUN KEMUDIAN SAMPAI SEKARANG…….  maka muncullah puisi  Oom Ayus…. 07 Oktober 1972 Di curug & sibayak SESAAT setelah para penerbang muda melepaskan tanda-tanda siswa mereka dan … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | Tags: , , , | Leave a comment