browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: January 2012

Ayah, Kau Dengar Semua Itu ‘Kan??

orang mencibir mudah sekali karena akal sehat terbentur intan di jemari tak perlu lagi ada nurani tak perlu harus berani menguak kepalsuan ———- ayah.. kau dengar semua itu ‘kan? anakmu hanya mewarisi telapak kakimu yang dulu membakar kepalsuan dengan ujung lilin dan kandas oleh orang terdekatnya sendiri ——– ayah tentu sangat mengerti karena  dulu juga … Continue reading »

Categories: Puisi | 8 Comments

Ukuran yang Serba Tidak Sama…

bagaimana bisa muncul genggam erat bila ukuran air di gelas tak sama nilai hidup berbeda sudut pandang tak mampu sama waras dikata sinting mashlahat dianggap mudharat bahkan mudharat disebut mashlahat ——– segala sesuatu yang tak sama mana mungkin dijahit berlekat-lekat sampai tahunan pun tak mungkin bisa sama bila uang sudah berada di pelupuk mata yang … Continue reading »

Categories: Puisi | 4 Comments

Tanah Coklat

    bergumul gulungan tanah coklat dengan ujung pacul dari tangan penjaga kuburan menimbun kehidupan yang baru saja usai sosok tak bernyawa di lubang segi panjang yang sepi bergumul gulungan tanah coklat seakan berkata kepada para pelayat kami siap menunggu kalian diramu menjadi satu dengan tanah coklat sampai habis tak bersisa di depan gundukan tanah … Continue reading »

Categories: Puisi | 3 Comments

Jokowi dan Dahlan Iskan

Anda berdua sedang di langit.  Dipuji banyak orang, karena ada harapan terang yang menggebu-gebu sedang dinanti khalayak.  Tentu ungkapan sinis, penuh syak curiga juga tetap di sana-sini. Namun paling tidak, Anda berdua sudah memberikan angin segar di tengah gulita suasana. Saya, tentunya masyarakat  lain juga berharap bahwa kerja berat Anda berdua kelak membuahkan hasil gemilang.  … Continue reading »

Categories: sos/bud | 19 Comments

Setumpuk Bolang Baling di Keranjang….

tepung terigu adonannya gula sedikit dan adukan telur menjadi roti bantal bolang-baling dalam minyak yang panas terguyur bebas menggeliat   aku hanya berkaos singlet empat puluh tahun berada di sini melempar bolang baling kue bantal nan lezat tapi aku begitu sumringah karena istri sungguh cinta di rumah anak-anak menggelar sarjana hasil bolang-balingku… empat puluh tahun … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | 10 Comments

Inilah Saatnya…

inilah saatnya kelambu malam tersingkap air menimpa kaki dingin… menyentak ——– sejadah terhampar sarana duduk berbicara mengobrol takzim pasrah rendah di hadapanNYA.. ———- memang inilah saatnya merasa rendah pasrah merentangkan tangan bagai bayi menghirup kasih sayang begitulah kami, Tuhan kepadamu selalu tiada tahu bila berhentinya selain memng inilah saatnya kami tak ingin lepas dariMU….

Categories: Puisi | 3 Comments

Tok .. Tok.. Tok.. Silakan Masuk Hati Nurani….

setumpuk kata meluncur seru tentang kesejahteraan rakyat tentang kerja keras untuk rakyat tentang toleransi demi rakyat tentang ego yang dibuang jauh dari kepentingan pribadi enyahlah dari urusan kantong palsunya demokrasi ——- ada delapan ratus helai rambut uban berbisik-bisik di atas kepala bergosip tentang majikannya yang antara mulut menyembur kata dan otak di dalam kulit  rambut … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Sumpah, Gue Super Gaptek! Dengar Pak Uban ‘Muna’ di TV, Makin Gaptek!!

teman gue odonk-odonk memandu  gue  si gaptek tolil eh tolol ini klik sana klik sini pusyiiiiiing gue  tiada paham terus-terusan karena si pemandu terlalu cepat menganggap gue  sepandai dirinya tak berurut pula beri petunjuk   binguuuuuung.. gue puyeeeeeng ditambah lagi televisi bawel itu menyembur pak uban bicara keadilan kerja keras pemimpin tak boleh egois semua … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Seuntai Benang

seuntai benang tiada berharga di mata orang lain yang hidup berkecukupan berbalut busana gemerlap   seuntai benang terjulur lemas tanpa sapa tanpa cinta dari orang-orang berkelebihan muatan penuh jauh meruah   seuntai benang dicari orang yang hidup pas-pasan sulit bernafas sulit penganan sulit busana layak dipandang seuntai benang menjadi pahala bagi sebuah kehidupan sengsara  

Categories: Puisi | Tags: , , | 3 Comments

Kenangan Sedih dan Menyeramkan pada 1 Januari

Saya lupa tahun berapa kejadiannya. Tapi saya ingat betul,  itu tanggal 1 Januari.  Saya menerima pesan singkat siang hari, yang membuat saya hampir pingsan di siang bolong.  “Rasanya hubungan kita tidak bisa diteruskan. Cinta itu akan saya simpan saja. Sedih memang, tapi saya rasa ini yang terbaik. Jangan dikira saya tidak menangis, honey…” Saya melongo. … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | 26 Comments