browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Daily Archives: January 2, 2012

Inilah Saatnya…

inilah saatnya kelambu malam tersingkap air menimpa kaki dingin… menyentak ——– sejadah terhampar sarana duduk berbicara mengobrol takzim pasrah rendah di hadapanNYA.. ———- memang inilah saatnya merasa rendah pasrah merentangkan tangan bagai bayi menghirup kasih sayang begitulah kami, Tuhan kepadamu selalu tiada tahu bila berhentinya selain memng inilah saatnya kami tak ingin lepas dariMU….

Categories: Puisi | 3 Comments

Tok .. Tok.. Tok.. Silakan Masuk Hati Nurani….

setumpuk kata meluncur seru tentang kesejahteraan rakyat tentang kerja keras untuk rakyat tentang toleransi demi rakyat tentang ego yang dibuang jauh dari kepentingan pribadi enyahlah dari urusan kantong palsunya demokrasi ——- ada delapan ratus helai rambut uban berbisik-bisik di atas kepala bergosip tentang majikannya yang antara mulut menyembur kata dan otak di dalam kulit  rambut … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Sumpah, Gue Super Gaptek! Dengar Pak Uban ‘Muna’ di TV, Makin Gaptek!!

teman gue odonk-odonk memandu  gue  si gaptek tolil eh tolol ini klik sana klik sini pusyiiiiiing gue  tiada paham terus-terusan karena si pemandu terlalu cepat menganggap gue  sepandai dirinya tak berurut pula beri petunjuk   binguuuuuung.. gue puyeeeeeng ditambah lagi televisi bawel itu menyembur pak uban bicara keadilan kerja keras pemimpin tak boleh egois semua … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Seuntai Benang

seuntai benang tiada berharga di mata orang lain yang hidup berkecukupan berbalut busana gemerlap   seuntai benang terjulur lemas tanpa sapa tanpa cinta dari orang-orang berkelebihan muatan penuh jauh meruah   seuntai benang dicari orang yang hidup pas-pasan sulit bernafas sulit penganan sulit busana layak dipandang seuntai benang menjadi pahala bagi sebuah kehidupan sengsara  

Categories: Puisi | Tags: , , | 3 Comments