browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tagged With: bayi

Rupiah Melemah Bukan Urusan Pemerintah

sadarkah kata-katamu membelah sembilu sejuta iris menyakiti hati perih… membuat mata rakyat terbelalak sembari bertanya-tanya apakah kami salah dengar karena telinga tersumbat hantu atau mulutmu yang penuh hantu   bila mulutmu yang anyir berkata rupiah melemah bukan urusan pemerintah tidakkah otak warasmu bekerja bila mata uang itu tak ada nilainya lagi barang tak terjangkau dibeli … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Jangan Katakan Kamu Bayi !!

kamu acapkali melempar kata penuh kiasan bersayap dan bunga-bunga tanpa menuju makna sesungguhnya untuk mengaburkan arti sesungguhnya agar simpati muncul dari mereka orang-orang dungu yang terpedaya   kini kamu mulai lagi ikhtiar merebut hati satu hal yang  harus kamu sadari jangan katakan kamu bayi sebab bayi adalah suci tiada dosa melekat dari kepala sampai ujung … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 1 Comment

Bayi Merpati

akulah bayi merpati cantik…. muncul di udara karena sudah ditentukan oleh NYA   dikelilingi awan heboh penumpang menambah  meriah tante-tante cantik membantu persalinan meski sesungguhnya bukan itu tugas utamanya   akulah bayi merpati lahir dengan lemah tak kuasa menghela nafas bunda… aku tak kuat… tolong aku bunda…   apapun sekian jam aku sempat  mengerti kenikmatan … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , , | 3 Comments

Sejuta Ibu di Mataku

pagi buta menjelang siang tengah malam saat orang tidur siang sibuk terang benderang kuhadapi banyak ibu luar biasa menahan sakit kadang melawan maut untuk jabang bayi muncul dari  mulut rahim ciptaan Tuhan..   mata berbinar garis cinta sesunggukan karena bahagia menangis tersedu tiada henti senyum bangga penuh arti tak ada lagi rasa sakit luar biasa … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Telapak Kaki Si Bayi Mungil

menggetarkan saat telapak kakimu kugenggam mungil.. harum aroma malaikat suci… licin bagai pualam…   inilah telapak kaki si bayi mungil tatkala masih dalam gendongan bunda merekah seluruh cinta menggemaskan bagai kekasih penuh asmara   kelak si empunya telapak kaki ini akan menempuh jalan yang panjaaaaaaang sekali… menapak jahitan nafas menembus dasar danau terdalam menembus angkasa … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | Leave a comment

…dan Dokter Kandungan Itupun Bengonglah…!

panas Jakarta bagai mengejek warganya kemarin hujan melimpah udara sejuk menebar segala sudut hari ini kerontang keringat di mana-mana   di lobi rumah sakit kuturun mobil sembari sakit tulang menggamit ngilu panas menerpa pipi panas Jakarta kembali masuk menuju nafas sesak sesekali..   lalu ada dia berdiri uih .. pak dokter temanku bersiap pulang setelah  … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Nyopet Hanya 3,9 % Kok !!

lagi-lagi kamu yang ternyata hatimu tak sebesar tubuhmu nalarmu tak sehebat tampilanmu bertutur bagai bayi gagap atau manusia hunian sekolah luar biasa… adakah para pemuka agama tidak ciut hatinya melihat pimpinan negerinya memberikan lampu hijau bagi para pencopet seluruh jagat karena diukur dari besarannya bukan dari baik buruk perilakunya.. apakah kamu terbiasa membandingkan yang buruk … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | 3 Comments

Telapak Kaki Bayi

mungil guratan suci jauh dari dosa ——- lima jari berkumpul di kiri lima jari di kanan sepuluh jari menopang kaki bayi bening ——– satu persatu menapak menginjak semut dan kelabang tanpa gigitan sebab mereka tak sudi mengusik anak ciptaan Tuhan tanpa salah ——– tawon dan semut rangrang lintah dan keong racun hanya akan berkerumun di … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , | Leave a comment