browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: August 2012

Kamu…Pulang dari Luar Negeri…

kamu lulusan luar negeri kamu pergi jauh dari rumah meninggalkan rindu yang dalam ayah bunda yang terengah-engah membiayai dengan susah payah…   kamu pulang dari  luar negeri mencapai bintang setinggi langit sampai berhasil kau raih segala mimpi mengabaikan waktu semau-maumu sampai pulang tak ada hasil semua tergantung dari dirimu tiada sesal yang harus diingat… meluncur … Continue reading »

Categories: Puisi, Uncategorized | Leave a comment

Bidadariku…Bangunlah !

bidadariku tergeletak lunglai tiada daya bidadariku sebegitu cantiknya meski dalam bahaya   bidadariku cantik hatinya tak pernah tahu tipu daya sebening kaca seluas samudra tanpa amarah setitikpun dalam kamus hidupnya…   bidadariku nan jelita bangunlah kita tatap lagi dunia bersama-sama jangan aku menjadi sepi jangan aku menangis tiada henti gerakkan jemarimu bibir senyum di kulum … Continue reading »

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Kamu Marah Karena Anak-anak Tertidur?

kamu pikir kamu siapa dewa dari dunia surga yang dipuja sepanjang masa diiikuti maumu walau orang tak suka?   kamu kira kamu siapa si cerdas pandai cendekiawan mulia saat kamu banyak berbicara di depan banyak orang dewasa rasanya mereka pun bosan tapi tak berdaya   saat pendengarmu anak kecil yang suci bersih pikiran tak kerdil … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Suatu Siang di Citos

udara menyengat pendingin udara tak mampu hebat menyemprot lemah cucuran keringat citos tak lagi nyaman   di antara kerumunan baju tergantung sejuta warna seru gelang kalung sampai sepatu di situlah mata perempuan senantiasa tertuju tetap saja citos yang panas tak lagi nyaman…   di sana sini banyak kenalan bertandang di antara penjaja makanan yang tak … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | Leave a comment

kotak-kotak

kotak-kotak berbagai warna dalam satu wadah yang sama kotak-kotak cemerlang semua dalam damai yang tak perlu rekayasa   simpanlah hujatan yang satu masuk dalam kotak lalu kunci terima lagi hujatan baru lempar lagi ke kotak kunci datang hujatan lebih gila lagi tendang masuk kotak kunci   lalu kotak-kotak berseri sinarnya menohok segala kisi tiada tangis … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Pembokatku Ngoceh Melihat Monas …

pembokat .. eh pembantuku baru sebulan kerja hanya untuk sementara selama lebaran dari bulan puasa… gajinya satu setengah juta matanya lebar cantik ria senyum selalu meski lelah menggoda pembantuku sebentar lagi usai kerja sebulan di kampung kembali ke Jakarta meski pernah menyantap rizki dari Saudi Arabia sebelumnya tak pernah tahu Ibukota.. maka kubawa seharian dia.. … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | 4 Comments

Matang dikarbit !

susu boleh saja disruput instan mie rebus demikian pula namun apakah kehidupan manusia bisa serupa sama penganan? segalanya yang tanpa proses memang indah dan gemerlap prestasi jalan pintas dianggap nyaman namun apakah semua penuh pendalaman jiwa yang tenang dan siap segala hal siap dipuji terang-terangan siap ditendang melalui makian orang-orang yang matang dikarbit adalah bagai … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

kataku kepada mereka…., darah ACEH ku….

senyap makam yang rimbun pepohonan seratus tahun lebih kokoh diterpa badai menghimpun daun semarak di segala sudut sunyi pada sudut hati yang beku tak tahu aku harus berkata apa di hadapan moyang-moyangku pada jejeran makam keluarga dari Aceh sana seberang yang jauh.. berkumpul di Dreded Bogor yang acapkali diterpa hujan lewat sentuhan angin dingin sesekali… … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

sebentar lagi JOKOWI …(?!)

sebentar lagi kelambu terkuak dari jaring jala kasat mata siapa yang palsu siapa yang murni hati terasah permata hati sebentar lagi ombak bergolak menuju pantai bertepi mata pun akan terbelalak burung pemakan mayat seru menyerbu sebentar lagi air mendidih di atas tungku kebencian karena dengki tetap tersimpan berlama-lama sampai mati sebentar lagi diperlihatkan mana kekuasaan … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | 1 Comment

semilir angin

semilir angin pergi jauh tak kutemui lagi di kota tua semilir angin punah sudah karena hati terlalu gundah semilir angin tak terkejar lagi karena cinta pupus tanpa jejak

Categories: Puisi | 1 Comment