browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: August 2012

Oh … Jalanan di Jakarta

sedap sekali kata ban mobil aku menggelinding tiada henti tak lelah lagi aspal tak jahat geram sebagaiamana sehari-hari harus selalu berhenti di panas terik maupun malam hari duh enaknya aku ujar rem sembari terbahak-bahak tiada terpakai setiap detik sebagaimana menyebalkan sehari-hari si komo lewat tugasku gigit rem motor salib kiri kanan kembali gigit rem mobil … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , | Leave a comment

Namamu Kartini. Kamu Korupsi?

seorang perempuan tokoh ternama Indonesia di pagi buta terisak pedih lewat telepon genggamnya ia berkata bagaimana ini dunia kita di hari raya kemerdekaan republik yang begitu mulia muncul boroknya berita.. seorang perempuan jadi tersangka tiada hutan yang ditebang tiada pula angin yang tertahan semua menderu tanpa batas gelontoran air bah begitu seru lagi-lagi.. seorang perempuan … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | 10 Comments

Sebungkus Ketupat Sayur

sebungkus ketupat sayur mampir ke jemari legam penuh debu sampah ibukota seputar gerobak penuh lalat di pagi lebaran hari pertama sebungkus ketupat sayur menari-nari dalam plastiknya ayam gulai bagian paha rendang padang pedas nian sayuran santan buncis menggelora berbicara amat ikhlas merdeka bersiap dilahap kaum papa sebungkus ketupat sayur sedemikian berharga bagi penjaga warung pulsa … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | 1 Comment

Puasa Kali Ini….

puasa kali ini penuh energi berlebih karena ada kurma karena ada nasi karena ada lauk karena ada vitamin karena ada susu puasa kali ini penuh energi berlebih karena ada iman karena ada sabar karena ada ikhlas karena ada doa puasa kali ini penuh energi berlebih karena datang tiba-tiba rizki tak terduga tanpa diminta namun hanya … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , , , , | Leave a comment

Si Mamah Telah Pergi….

ia seorang ibu dari sekian anak yang menjulang sekolahnya berhasil karirnya atas hasil didikannya tubuhnya gempal bersanggul rapi tanpa kusut sehelaipun tak mempan diterpa angin ia seorang ibu dipanggil mama namun segala orang selalu menyapa dengan kata ‘si mamah’ si mamah acapkali riang tatkala gemuruh hatinya melanda senyum tetap mengembang sembari mata jauh memandang ke … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Merdeka !!

Merdeka ! Merdeka pemikiran tiada picik persoalkan kepercayaan tak pula menghina agama orang sembari dirinya sendiri selalu dibanggakan Merdeka ! Merdeka dari rasa congkak bila salah mengakulah salah memohon maaf tanpa disuruh meski di tempat terbuka tentunya lebih kesatria Merdeka ! Merdeka dari sifat mencuri merampok mengutil korupsi menginjak hak rakyat semena-mena Merdeka ! Merdeka … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | 1 Comment

Isi Tas Pembantu yang Mudik Lebaran

Kebahagiaan bagi mereka, yang bekerja siang malam, berbulan-bulan di Ibukota, adalah mudik pulang kampung. Berjejal-jejal di jalanan, di dalam kereta api maupun bus, tak jadi masalah. Keringat mengucur adalah perjuangan total untuk kembali berada di tengah sanak keluarga di rumah. Yang penting, pulang, pulang dan pulang ! Kemarin pembantuku yang laki-laki pulang. Beberapa hari sebelumnya … Continue reading »

Categories: Renungan Hidup | Tags: , , , , | 3 Comments

Parsel Lebaran

bertumpuk di meja boss parsel lebaran warna warni berbagai rupa menohok selera parsel lebaran bisa diberi setahun kemudian sampai basi bulukan sana sini atau tidak sama sekali dari tangan si kikir kaya raya yang tak sudi melihat orang lain bahagia enak menelan sendiri ketimbang berbagi parsel dinikmati sendiri sampai muntah penuh kemaruk tiada tara pegawai … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Setandan Pisang

kami adalah setandan pisang berdempet berdesak-desak riuh rendah gemuruh suara riang cerah jauh dari gerutu karena kami begitu padat punya kebersamaan hati yang jernih.. kami adalah setandan pisang muncul dari kepercayaan yang berbeda namun pergelangan tangan kami erat menyentuh penuh kasih satu sama lain dengan penuh bersahaja kami tak mungkin tanggal semua tentu satu persatu … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | 3 Comments

Kubertanya …

kubertanya kepada bintang bilakah hati manusia seterangmu kubertanya kepada bulan dapatkah hati manusia berketetapan sebulat purnamamu… kubertanya kepada Tuhan berapa lama kedajalan manusia berlama-lama dengan bebas menghasut antar sesama menyembur api kebencian karena merasa mampu bebas dari hukuman..??

Categories: Puisi | Tags: , , , , | 2 Comments