browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: July 2014

Sabar

Tukang bangunanku namanya si Sabar. Sudah hampir tiga minggu ia berada di rumahku. Membetulkan kamar yang bocor amburadul, memoles teras belakang yang sudah seperti monster butut, hingga lemari piring yang pintu-pintunya sudah mulai ngadat. Sabar bekerja bersama anaknya. Dia boss, anaknya jadi kenek. Selama bulan puasa berjalan, Sabar dan anaknya tetap berpuasa. Mengerok tembok berjam-jam, … Continue reading »

Categories: Opini | Leave a comment

Uang Bukan Segalanya

Empat direktur bank klenger di ruang rapat.  Butiran keringat satu persatu meleleh ke ujung rambut hingga leher mereka yang gendut.  Padahal ruang kerja mewah mereka begitu sejuk oleh pendingin yang tiada henti. “Jadi bagaimana nih? Kita harus kompak lho, satu bahasa yang sama. Untuk hantam si menteri, kita harus bilang memang dia yang paksa kita … Continue reading »

Categories: Cerpen (Fiksi) | Leave a comment

Pemilu Oh Pemilu…

  Semula kupikir, kemarin adalah hari mencengangkan yang indah. Presiden terpilih sudah nampak jelas. Indonesia menerimanya. Salah satu yang tak terpilih pun menerimanya. Namun ternyata keadaan tak semudah itu. Aku lupa, dalam pencapaian sesuatu ada jalan berliku, bergerigi, dan berhantu. Ada cara yang tak dihalalkan. Ada jalan pintas. Ada kelicikan yang bisa saja terjadi. Aku … Continue reading »

Categories: Uncategorized | 1 Comment

Kami Kalah Karena Dicurangi, Kami Menang Kalian Akan Kudeta

kata-kata berujung pedang tajam bagai sembilu nyeri kasar tak bermoral   kata-kata terlontar cepat dari ungkapan mulut menganga muncul karena otak bereaksi atas hati yang dengki penuh curiga tiada kasih stetespun terhadap sesama   kata  busuk muncul karena  legam gelegar jiwa jauh dari sifat kesatria menang diraih dengan rendah hati kalah diterima dengan dada ringan … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment

Selamat Datang Presiden Baru Kita

    Meski  saya TIDAK memilih dia, tetapi untuk urusan ibadah yang dipermainkan, yang menampilkan foto busana ihram yang terbalik (apabila benar direkayasa dengan usil) dalam kunjungan ke tanah suci,  saya juga sangat tidak setuju. Hal ini bisa saja dilakukan oleh orang usil dari kelompok manapun. Dari kandang orang lain, maupun dari kandang sendiri. Apa … Continue reading »

Categories: Opini | Leave a comment

Inilah Pedih

bila ada silet tajam mampir ke pelipis mengiris kulit luar pelahan namun perihnya kilat berjalan itulah rasa hati manusia yang selalu mengalami bantingan   bila ada air mata tumpah sejagat raya itulah air mata kepedihan dari ibu pertiwi nan cantik kepada bumi yang dipandangnya beserta isi manusianya.. yang kian hari kian pandai mengarang cerita malam … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Ingat Zaman PKI di Jakarta

Adakah yang masih ingat saat zaman PKI melanda di negeri kita? Saya masih kelas 2 SD di Taman Sunda Kelapa dengan taman di sekolah yang sangat luas. Saya masih ingat tiba-tiba sedang bermain-main di rerumputan bersama guru (saya ingat namanya beberapa ; bu Marla, ibu Kus), kami harus tiarap. Entah apa yang lewat ketika itu. … Continue reading »

Categories: Kepingan Kenangan | 1 Comment

Itu Adalah Utang Kamu

tatkala kamu berjanji untuk berada di sini pada kurun waktu yang tertetapkan itu adalah utang kamu   saat kamu menyebut sungguh tak berpikir soal lain kecuali mumet dengan banjir yang harus dibenahi itu adalah utang kamu   waktu penggemarmu membuka berita lawanmu  tak pantas berlaga karena aib sudah begitu terbuka punya utang di mana-mana setelah … Continue reading »

Categories: Puisi | 1 Comment