pedih bencana melanda kacau roda berputar tak semestinya gulana kegiatan terhenti seketika bertumpuk bersama segala pengungsi semua sungguh kami pahami
Continue readingCategory: Puisi
Kalian Mau Apalagi Sih?
usia menapak semakin bertambah dalam angka semakin berkurang dalam waktu bergulir tiada henti dari ketukan denting arloji jiwa kalian sudah
Continue readingDi Dalam Cangkir Kopi Kulihat Kalian
kopi hitam berganti tak begitu kelam susu tumpah hanya tiga tetes warna berubah mengapa kopiku tetap hitam ke mana susu
Continue readingAkal-akalanmu, Dik !
kamu menginjak bawang kamu menginjak beras kamu menginjak makanan dalam keterbatasan ilmu keterbatasan nurani keterbatasan diksi kata karena kamu hidup
Continue readingGara-gara putusan yang Salah ; Kalian Seram ‘kan?
gubernur bupati walikota sejenak saja selonjoran kaki menikmati dunia menjadi juragan dihormati sekeliling menghamba… gubernur bupati walikota menghirup ruang dingin
Continue readingGuntur, Hujan dan Ayah
tatkala gelegar guntur menghantam bumi kisi jendela bergetar kaca musnah seketika hujan menimpa pohon bambu ambruk pohon tebu lesu tertampar
Continue readingDi Warung Pojok Kamu Mojok
sudut remang benderang oleh es cincau berlumur sirop merah jambon menghadap wajahmu jreng jreng jreng ada kamu di warung pojok
Continue readingHari Ini Ulang Tahunmu, Ndut !
bertahun-tahun tak ada lagi sinar telefon genggam atas nomormu gemerlap karena ceritamu senantiasa gemerlap kejadian seru pedih was-was semua muncul
Continue readingSampai Berapa Lama Lagi
terkulai lesu pegal linu tiada habis rasa jemu di mana dunia yang dulu penuh tawa kebebasan penuh gerak gempa semaunya
Continue readingCondong
mengintip dedaunan condong ke segala arah dibawa kehendak angin menderu dahsyat hati terasa kuncup itulah negeriku kini tak jelas akan
Continue reading