browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Monthly Archives: October 2012

Kalau Hakim Nyabu

kalau hakim nyabu jubah hitam yang ia pakai bagai  berwarna merah jambu pesakitan  yang akan diketuk palu dianggap  kerbau dungu   kalau hakim nyabu apa yang bisa ia putuskan apa yang bisa dia simak deretan ibu-ibu atau peragawati tak berbaju…   kalau hakim nyabu putusan yang mewakili negara apakah akan adil tanpa kelabu tanpa  menggema … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , , | 2 Comments

Malala dan Tawuran

namamu Malala gadis cantik usia empat belas remaja penuh gelora berjuang demi haknya perempuan  Pakistan harus bersekolah menggapai ilmu setinggi bintang sembari awan menatap  penuh harap Malala memperoleh segala cita-cita   Malala  yang indah dari Pakistan menganggap pilih kasih dari negara sudah keterlaluan maka berdirilah amarahnya Malala Yosafzai sipemberani akhirnya tergeletak tiada daya.. oleh sabetan … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: , | Leave a comment

Permata Hatiku

indah merona berbinar mata menatap dunia bersiap terbang jauh menggapai suksesnya kerja   senyum di kulum menambah cantikmu rambut tergerai lepas bersinar  hidung bangir   bayiku kini telah dewasa menetap pada cakrawala kerikil tajam mulai menerpa bahagia datang bagai kertas menyala semua menjadi tumpuan dada   berlarilah permata hatiku tata cantik rupamu bersama cantik lakumu … Continue reading »

Categories: Puisi | Leave a comment

Apa Kata Ahok Tentang Wiyogo Atmodarminto?

Ahok masuk ke ruangan di jalan Banyumas Jakarta Pusat.  Ia datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Wiyogo Atmodarminto, mantan Gubernur DKI periode 1987-1992 yang wafat Jumat malam 19 Oktober 2012 kemarin.   Setelah duduk di  lantai bersama yang lain, dia sempat melambaikan tangan ke arah saya.  Saya duduk bersama Oerip Slamet Imam Santoso Ia adalah … Continue reading »

Categories: sosok | Tags: , , | 2 Comments

Kekasih Hati Telah Pergi….(Untuk Pak Wiyogo Atmodarminto)

angin membawamu berjalan jauh.. jauh sekali Tuhan menyerukan suara alam indah sekali.. mengajakmu pulang kembali ke rumah terindah tempatmu berasal   semua mencatat kebaikanmu yang terukir di hati mengendap sempurna dari hari ke hari bersinar tiada henti   mulia hatimu asih, asah, asuh itulah yang kau selalu berikan kepada banyak orang kepada keluarga besarmu kepada … Continue reading »

Categories: Puisi | Tags: | 4 Comments

Duh,Kamu Anggota DPRD….

bila kamu tidak bisa membedakan mana yang namanya jalan-jalan dan mana yang namanya inspeksi kamu betul-betul keterlaluan   bila kamu tidak bisa  paham oleh orang yang tak ingin  sekedar duduk di balik meja ia harus lihat dengan mata kepala mana kehebatan kota mana kehinaan papa kamu memang keterlaluan   kalau kamu tidak bisa mengerti mana … Continue reading »

Categories: Puisi | 3 Comments

Cukup Sudah Tikus Berpesta

lima tahun waktu yang lama untuk tikus berpesta ria atas kemewahan dari uang negara hingga bisa muda berfoya-foya   lima tahun waktu yang lama juragan mendiamkan dengansengaja agar semua menjadi mulus adanya tahu sama tahu itulah kuncinya   lima tahun waktu yang lama berkali-kali memeras warga untuk sebuah tandatangan berharga menjual perizinan dengan zolimnya tanpa … Continue reading »

Categories: Puisi | 3 Comments

Negeri Dagelan

ada negeri dagelan pengedar narkoba dihukum ringan padahal janji diumbar bertahun silam semua lupa setelah harta ditelan   ada  negeri dagelan hakim pengambil keputusan doyan ngobat sembari jualan toh nanti hukuman berjalan-jalan lagi-lagi karena boss punya kebijakan pemakai narkoba boleh bebas plesiran   ada negeri dagelan polisi yang biasa menangkap maling tertular juga menjadi maling … Continue reading »

Categories: Puisi | 2 Comments

Kamu Berseragam Baju Negara Tapi Biadab

untuk apa kamu kenakan seragam baju  negara sebagai perlambang pengayom rakyat menjaga suasana nyaman damai menyeruak ke  segala pelosok   untuk apa kamu kenakan seragam baju negara bila kelakuanmu bagai singa yang amarah meledak-ledak tak pernah bisa  membedakan perlakuan terhadap manusia dan binatang karena jeroanmu di dalam tubuh penuh amarah kebuasan   untuk apa kamu … Continue reading »

Categories: Puisi | 3 Comments

“Aku Malu” (cerpen)

Angin menerpa pipi. Hidung bangir istriku memerah.  Kugenggam tangannya erat-erat.  Usapan senyumnya masih seperti dulu, tapi kali ini tak mungkin ia menyembunyikan perasaan terdalamnya.  Ada duka yang  tak ingin ia perlihatkan.  Aku tahu persis akan hal itu. Kami  duduk di pinggiran halaman istana CharlotenBurg. Ada sungai mengalir pelan dan bebek hitam berkeliaran. Mengapa mereka tak … Continue reading »

Categories: Cerpen (Fiksi) | 11 Comments